Deadline – Dali Darulqutni mendadak menjadi sorotan setelah namanya dikaitkan dengan isu pergantian Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Perwira TNI Angkatan Darat (AD) tersebut disebut-sebut berpeluang mengisi jabatan strategis di lingkungan Istana.
Kabar mengenai kemungkinan Dali Darulqutni menggantikan Teddy mulai ramai diperbincangkan setelah sebuah unggahan di media sosial pada Selasa (3/11/2026). Unggahan itu menyinggung kemungkinan perubahan posisi Seskab dan menyebut nama Dali sebagai salah satu sosok yang berpotensi menggantikan Teddy.
Isu tersebut menarik perhatian karena Dali Darulqutni dan Teddy memiliki sejumlah kesamaan dalam perjalanan karier militer. Keduanya merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2011 dan pernah bertugas di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), termasuk Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81/Gultor).
Lantas, siapa sebenarnya Dali Darulqutni dan bagaimana rekam jejaknya hingga namanya dikaitkan dengan posisi Sekretaris Kabinet?
Lulusan Akmil 2011, Sama dengan Teddy
Dali Darulqutni merupakan perwira TNI AD yang memiliki latar belakang pendidikan militer. Berdasarkan pemberitaan Radio Republik Indonesia (RRI) pada 13 Februari 2025, Dali merupakan lulusan Akademi Militer tahun 2011.
Tahun kelulusan tersebut sama dengan Teddy Indra Wijaya. Kesamaan angkatan ini menjadi salah satu alasan kedua nama tersebut kembali diperbincangkan di tengah isu pergantian jabatan Seskab.
Selain berasal dari angkatan yang sama, Dali dan Teddy juga pernah memiliki pengalaman penugasan di lingkungan Kopassus.
Dali Darulqutni diketahui pernah bertugas di Sat-81/Gultor, satuan khusus Kopassus yang memiliki tugas dalam penanggulangan terorisme.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier militernya sebelum kemudian menjalankan tugas di lingkungan pengamanan Presiden.
Pernah Menjadi Komandan Tim Pengamanan Pribadi Presiden
Salah satu pengalaman penting Dali Darulqutni adalah penugasannya di lingkungan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Dalam laporan RRI pada Februari 2025, Dali disebut menjabat sebagai Komandan Tim Pengamanan Pribadi Presiden.
Ia menjalankan tugas pengamanan tersebut sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo dan berlanjut pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Penugasan itu membuat Dali Darulqutni memiliki pengalaman dalam pengamanan langsung kepala negara. Posisi tersebut juga membuat namanya beberapa kali muncul dalam pemberitaan yang berkaitan dengan aktivitas Presiden.
Pengalaman di lingkungan Paspampres inilah yang kemudian menjadi salah satu hal yang menarik perhatian publik ketika namanya dikaitkan dengan kemungkinan pergantian Seskab.
Pernah Menjadi Sorotan Saat Prabowo Menyambut Erdogan
Nama Dali Darulqutni juga pernah menjadi perbincangan pada Februari 2025.
Saat itu, Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.
Dalam momen tersebut, Teddy Indra Wijaya terlihat menegur Dali. Rekaman kejadian itu kemudian beredar di media sosial dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat.
Peristiwa tersebut membuat nama Dali semakin dikenal publik, terutama karena keterkaitannya dengan aktivitas pengamanan Presiden.
Namun, rekaman tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya hubungan dengan isu pergantian jabatan Sekretaris Kabinet.
Isu Penggantian Teddy Belum Terbukti
Munculnya nama Dali sebagai calon pengganti Teddy tidak terlepas dari berkembangnya isu perubahan posisi di lingkungan Istana.
Teddy belakangan menjadi perhatian publik setelah muncul anggapan bahwa dirinya jarang terlihat mendampingi Presiden Prabowo dalam sejumlah agenda.
Pembicaraan semakin berkembang setelah mencuat kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.
Di tengah situasi tersebut, unggahan media sosial yang menyebut kemungkinan Dali menggantikan Teddy semakin menarik perhatian masyarakat.
Meski demikian, belum ada informasi resmi yang membuktikan bahwa Dali telah dipersiapkan atau dipertimbangkan untuk menduduki jabatan Sekretaris Kabinet.
Kesamaan latar belakang pendidikan dan pengalaman militer antara Dali dan Teddy juga tidak otomatis menunjukkan adanya rencana pergantian jabatan.
Jabatan Seskab Berbeda dengan Pengamanan Presiden
Perlu dipahami bahwa jabatan Sekretaris Kabinet memiliki tanggung jawab berbeda dengan tugas pengamanan Presiden.
Sekretaris Kabinet membantu Presiden dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan serta koordinasi kebijakan kabinet.
Sementara itu, tugas pengamanan Presiden berkaitan dengan perlindungan dan keselamatan kepala negara.
Karena itu, pengalaman Dali sebagai personel yang pernah bertugas dalam pengamanan langsung Presiden tidak serta-merta menjadi petunjuk bahwa dirinya akan ditunjuk sebagai Seskab.
Penunjukan untuk jabatan tersebut tetap menjadi kewenangan Presiden.
Teddy Masih Tercatat sebagai Sekretaris Kabinet
Hingga Rabu (4/11/2026), belum ada pengumuman resmi dari Presiden Prabowo Subianto maupun Sekretariat Kabinet mengenai pemberhentian Teddy Indra Wijaya atau pengangkatan Dali Darulqutni sebagai penggantinya.
Teddy masih tercatat sebagai Sekretaris Kabinet setelah dilantik pada 21 Oktober 2024.
Belum ada pula keputusan presiden yang menunjukkan bahwa Dali telah ditunjuk untuk mengisi jabatan tersebut.
Dengan demikian, kabar mengenai Dali Darulqutni yang disebut bakal menggantikan Teddy masih sebatas isu yang berkembang di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Masyarakat perlu membedakan antara rekam jejak Dali sebagai perwira TNI yang pernah bertugas di lingkungan pengamanan Presiden dengan spekulasi mengenai kemungkinan dirinya masuk ke jajaran pejabat Istana.
Kepastian mengenai posisi Sekretaris Kabinet dan kemungkinan pergantian pejabat tetap menunggu pengumuman serta keputusan resmi Presiden Prabowo Subianto.




