Kepala Desa Sambeng 2 Bulan Hilang Tanpa Jejak, Usai Kerahkan Warga Tolak Tambang

Deadline – Kepala Desa Sambeng menjadi sorotan setelah menghilang tanpa kabar sejak menolak rencana tambang tanah uruk proyek Tol Jogja–Bawen. Hingga awal Februari 2026, keberadaan Kepala Desa Sambeng, Rowiyanto, masih misterius.

Kepala Desa Sambeng terakhir terlihat pada Jumat siang, 5 Desember 2025. Sejak hari itu, Rowiyanto tidak pernah kembali ke rumah dan tidak memberi pesan apa pun kepada warga maupun perangkat desa.

Sehari sebelumnya, Kamis, 4 Desember 2025, Kepala Desa Sambeng masih aktif memimpin pertemuan penting. Ia duduk bersama warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta Forkopimcam Borobudur. Agenda utama pertemuan itu adalah penolakan penambangan tanah uruk untuk proyek Tol Jogja–Bawen.

Khairul Hamzah, Humas Paguyuban Gema Pelita Sambeng, menyebut peran aktif Rowiyanto dalam pertemuan tersebut. Rowiyanto menandatangani surat pernyataan penolakan dan berjanji mendampingi warga menghadapi rencana tambang.

Setelah pertemuan itu, Kepala Desa Sambeng tidak pernah terlihat lagi. Pesan WhatsApp hanya menunjukkan satu tanda centang. Rumahnya sempat didatangi warga dan perangkat desa, namun dalam kondisi kosong.

Sejak 5 Desember 2025, tidak ada informasi resmi mengenai keberadaan Rowiyanto. Warga mengaku bingung harus melapor ke mana karena merasa tidak memiliki dasar hukum untuk membuat laporan orang hilang.

“Kami tidak punya legal standing,” kata Khairul.

Meski Kepala Desa Sambeng menghilang, pelayanan pemerintahan desa tetap berjalan. Tugas harian desa sementara ditangani oleh perangkat desa lainnya agar administrasi tidak terhenti.

Baca  Kakek Asrul 72 Tahun Nekat Mudik Sendirian dari Bekasi ke Padang dengan Sepeda Motor, Sampai Pelabuhan Ditipu

Camat Borobudur, Subiyanto, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyatakan pihak kecamatan tidak mengetahui posisi Rowiyanto hingga saat ini.

“Secara administratif sudah kami beri teguran pertama dan kedua. Sekarang tinggal menunggu tahapan selanjutnya,” ujar Subiyanto.

Pihak kecamatan telah mengirimkan surat resmi dan mencoba menghubungi Rowiyanto melalui WhatsApp, namun tidak mendapat respons. Kecamatan Borobudur kini menunggu arahan Bupati Magelang untuk menentukan langkah lanjutan sesuai aturan pemerintahan desa.

Kasus Kepala Desa Sambeng yang hilang setelah menolak tambang ini terus memicu pertanyaan publik. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan alasan kepergian Rowiyanto maupun keberadaannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER