Kerusuhan Persipura Memanas, 64 Kendaraan Rusak dan Dibakar Usai Gagal Promosi

Deadline – Kerusuhan Persipura pecah seusai laga playoff promosi menuju BRI Super League 2026 di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Jumat malam 8 Mei 2026. Kekalahan Persipura Jayapura dari Adhyaksa FC memicu amarah sebagian suporter hingga berujung aksi pembakaran, pengrusakan, dan bentrokan.

Tim kebanggaan masyarakat Papua itu kalah tipis 0-1 dari Adhyaksa FC Banten. Hasil tersebut membuat Persipura gagal mengamankan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Situasi langsung berubah panas tidak lama setelah peluit akhir pertandingan dibunyikan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan aparat masih mendalami penyebab pasti kerusuhan. Tim Inafis Polda Papua bersama Reskrim Polres Jayapura saat ini masih melakukan pendataan kerusakan di sekitar stadion.

Menurut Cahyo, dugaan awal kerusuhan dipicu rasa kecewa suporter setelah Persipura kalah dari Adhyaksa FC.

“Untuk memastikan penyebab kerusuhan hingga kini masih didalami namun penyebab awal diduga akibat kekecewaan setelah tim kebanggaan masyarakat di Tanah Papua Persipura kalah 0-1 dari Adyaksa FC,” kata Cahyo di Jayapura, Sabtu 9 Mei 2026.

Data sementara menunjukkan kerusuhan menyebabkan kerusakan besar. Sebanyak 64 kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan dibakar, dirusak, atau hilang. Angka tersebut masih bisa bertambah karena proses pendataan belum selesai.

Kericuhan juga menyebabkan korban luka. Sebanyak 11 orang dilaporkan terluka, termasuk 10 anggota Polri yang bertugas melakukan pengamanan pertandingan.

Baca Juga  Semen Padang Kian Terpuruk di Zona Degradasi, Dipermalukan di Kandang Sendiri oleh Persijap 0-2

Salah satu anggota polisi yang mengalami luka cukup serius adalah Ipda Arjuna dari Polres Jayapura. Saat ini ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara akibat luka yang dialaminya saat bertugas mengamankan situasi.

Hingga Sabtu siang, polisi belum bisa memastikan total kerugian akibat kerusuhan tersebut. Aparat masih menghitung nilai kerusakan kendaraan, fasilitas stadion, dan area sekitar lokasi pertandingan.

Di media sosial, sejumlah video memperlihatkan massa melakukan pelemparan dan pengrusakan fasilitas di sekitar Stadion Lukas Enembe. Api juga terlihat membakar beberapa kendaraan di area luar stadion. Situasi itu membuat suasana Jayapura sempat mencekam setelah pertandingan selesai.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan keprihatinannya atas kerusuhan tersebut. Ia menilai insiden di Jayapura menjadi pukulan bagi sepak bola Indonesia yang saat ini sedang mendapat perhatian dunia internasional, termasuk FIFA.

Menurut Yunus, sepak bola selalu menghadirkan kemungkinan menang, kalah, atau imbang. Karena itu ia meminta seluruh suporter dapat menerima hasil pertandingan dengan dewasa dan tetap menjaga keamanan stadion.

“Kalau kita ingin sepak bola Indonesia maju dan menjadi tontonan menarik, maka ketertiban dan keamanan di stadion harus dijaga bersama,” ujarnya.

Yunus juga mengingatkan bahwa suporter merupakan bagian penting dari identitas klub. Ia berharap para pendukung Persipura dapat saling mengingatkan agar tidak melakukan tindakan yang merugikan semua pihak.

Baca Juga  Prediksi Dewa United vs Semen Padang: Laga Hidup Mati, Kabau Sirah di Ujung Jurang

Kerusuhan ini kembali menjadi sorotan besar bagi dunia sepak bola nasional. Stadion Lukas Enembe yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu stadion modern di Indonesia kini justru menjadi lokasi kericuhan besar setelah laga penting penentuan promosi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER