Deadline – Nama Ronda Rousey kembali mengguncang dunia MMA. Setelah hampir satu dekade meninggalkan oktagon, legenda UFC itu menutup kisah kariernya dengan kemenangan brutal hanya dalam waktu 17 detik atas Gina Carano.
Pertarungan bersejarah tersebut berlangsung di Intuit Dome, Inglewood, pada ajang MMA pertama yang disiarkan langsung oleh Netflix. Ronda Rousey langsung tampil agresif sejak bel pembuka berbunyi.
Mantan juara kelas bantam wanita UFC itu segera menjatuhkan Carano ke matras. Rousey lalu mengambil posisi mount dan melepaskan serangan ground-and-pound sebelum mengunci armbar khasnya yang membuat Carano menyerah hanya dalam 17 detik.
Kemenangan ini menjadi submission armbar ke-10 dalam karier Ronda Rousey . Menariknya, seluruh kemenangan armbar tersebut selalu selesai di ronde pertama.
Usai pertarungan, Ronda Rousey memastikan dirinya kembali pensiun dari MMA. Petarung berusia 39 tahun itu mengaku puas bisa mengakhiri karier dengan cara sempurna.
“Tidak mungkin saya mengakhirinya lebih baik dari ini. Saya ingin punya lebih banyak anak,” kata Rousey usai laga.
Meski lama meninggalkan MMA, Rousey terlihat masih memiliki kemampuan elite. Kecepatan, agresivitas, dan teknik grappling miliknya tetap menjadi senjata mematikan.
Dalam wawancara setelah laga, Ronda Rousey juga memberi penghormatan besar kepada Carano. Ia menyebut rivalnya itu sebagai sosok penting yang membawanya masuk ke dunia MMA.
“Gina adalah orang yang membawa saya ke MMA. Dia satu-satunya orang yang bisa membawa saya kembali ke MMA. Dia pahlawan saya,” ujar Rousey.
Nama Rousey memang memiliki pengaruh besar dalam sejarah MMA wanita. Atlet peraih medali perunggu Olimpiade cabang judo itu menjadi tokoh penting yang membuka jalan bagi petarung wanita tampil di UFC.
Setelah merebut gelar Strikeforce pada 2012, Rousey mendominasi UFC dengan enam kali mempertahankan sabuk juara kelas bantam wanita pada periode 2013 hingga 2015. Popularitasnya saat itu membuatnya menjadi salah satu atlet paling terkenal di dunia.
Namun karier gemilang itu sempat runtuh setelah kalah KO beruntun dari Holly Holm dan Amanda Nunes pada 2016 hingga 2017.
Sementara itu, Carano juga memiliki status legendaris dalam MMA wanita. Sebelum era Ronda Rousey , Carano merupakan ikon terbesar olahraga tersebut.
Pada 2007, Carano bersama Julie Kedzie mencatat sejarah lewat pertarungan wanita pertama yang ditayangkan di Showtime. Dua tahun kemudian, Carano kembali mencetak sejarah saat menghadapi Cris Cyborg dalam main event besar MMA wanita pertama di Strikeforce.
Setelah itu, Carano meninggalkan dunia pertarungan dan beralih menjadi aktris Hollywood.
Comeback Carano setelah 17 tahun vakum sebenarnya menyita perhatian besar. Ia bahkan berhasil menurunkan berat badan hingga 100 pound dalam 20 bulan demi kembali bertarung.
Meski kalah cepat, Carano tetap merasa bangga bisa kembali masuk ke dalam kandang MMA.
“Saya ingin pertarungan ini berlangsung lebih lama. Saya merasa sangat siap. Tapi kembali ke kandang setelah 17 tahun sudah menjadi kemenangan bagi saya,” kata Carano.
Carano juga mengaku masih membuka peluang untuk bertarung lagi di masa depan.



