BerandaINTERNASIONALMiliter Israel Telah Membantai 687 Orang di Lebanon, Termasuk Tenaga Medis dan...

Militer Israel Telah Membantai 687 Orang di Lebanon, Termasuk Tenaga Medis dan Kru Ambulans

Deadline – Serangan militer yang dilancarkan oleh Israel Defense Forces di wilayah Lebanon terus menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Data terbaru dari pemerintah Lebanon menyebutkan sedikitnya 687 orang telah tewas sejak 2 Maret 2026 akibat gelombang serangan udara Israel.

Di antara korban tersebut terdapat 15 tenaga medis, termasuk kru ambulans yang sedang menjalankan tugas penyelamatan. Selain korban meninggal, 45 tenaga medis lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang menyasar berbagai wilayah di negara itu.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kementerian Informasi Lebanon dan dikutip oleh media internasional seperti Al Jazeera.

Serangan Memanas Setelah Konflik Israel–Hizbullah

Ketegangan meningkat setelah kelompok bersenjata Hezbollah kembali meluncurkan serangan ke Israel. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap Iran setelah serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Sebagai balasan, militer Israel melakukan operasi militer besar-besaran di Lebanon selatan. Serangan udara yang intens memaksa ratusan ribu warga Lebanon meninggalkan rumah mereka dan mengungsi untuk menghindari pertempuran.

Serangan Udara Guncang Baalbek

Pada Jumat, militer Israel melancarkan dua serangan udara terhadap sebuah bangunan di wilayah Qasr Naba, distrik Baalbek di Lebanon timur.

Menurut laporan National News Agency Lebanon, serangan pertama tidak meledak sebagaimana mestinya. Tidak lama kemudian, Israel kembali melakukan serangan kedua yang menghantam bangunan tersebut, yang sebelumnya sudah diumumkan sebagai target militer.

Baca  Hizbullah Gempur Tank Israel, Pasukan Zionis Berjatuhan di Lebanon Selatan

Serangan juga dilaporkan terjadi di kota Khiam di Lebanon selatan, wilayah yang menjadi lokasi pertempuran langsung antara militer Israel dan pasukan Hizbullah.

Di ibu kota Beirut, layanan darurat juga memeriksa kerusakan setelah sebuah apartemen di kawasan Aisha Bakkar terkena serangan udara pada 11 Maret 2026.

Hizbullah Balas dengan Ratusan Roket dan Drone

Sementara itu, Hizbullah meningkatkan serangan balasan ke wilayah Israel. Menurut data militer Israel, kelompok tersebut meluncurkan sekitar 200 roket dan 20 drone dalam satu rangkaian serangan sejak Kamis malam.

Media The Times of Israel melaporkan bahwa sebagian besar roket berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel atau jatuh di area terbuka.

Namun demikian, dua roket dilaporkan menghantam permukiman warga, menyebabkan kerusakan bangunan dan dua orang mengalami luka ringan. Hampir semua drone berhasil ditembak jatuh, kecuali satu drone yang jatuh di dekat wilayah perbatasan tanpa meledak.

Militer Israel menyebutkan bahwa sebelum serangan tersebut terjadi, pihaknya telah melakukan operasi pencegahan dengan menyerang peluncur roket dan pusat komando Hizbullah di Lebanon. Setelah roket ditembakkan, militer Israel kembali melakukan serangan balasan yang diklaim menghancurkan sekitar setengah dari peluncur roket Hizbullah.

Hizbullah Luncurkan Roket Setiap Hari

Menurut militer Israel, sejak 2 Maret 2026 Hizbullah rata-rata meluncurkan sekitar 100 roket setiap hari. Sekitar dua pertiga roket diarahkan ke pasukan Israel yang berada di Lebanon selatan, sedangkan sepertiga lainnya menargetkan wilayah Israel.

Baca  Serangan Balasan Iran Hantam Target Israel dan Pangkalan AS

Selain roket, Hizbullah juga meluncurkan lebih dari 100 drone ke wilayah Israel dalam periode yang sama. Mayoritas drone tersebut berhasil ditembak jatuh oleh angkatan udara Israel.

Ultimatum Israel ke Pemerintah Lebanon

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Lebanon agar segera menghentikan aktivitas militer Hizbullah.

Ia menegaskan bahwa jika pemerintah Lebanon tidak mampu mengendalikan wilayahnya dan menghentikan serangan terhadap Israel utara, maka militer Israel akan mengambil tindakan langsung di wilayah Lebanon.

Katz menyatakan bahwa Hizbullah telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Israel, sehingga pemerintah Israel menilai perlu mengambil langkah militer lebih lanjut untuk melindungi wilayahnya.

Konflik Berisiko Meluas di Timur Tengah

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah kini semakin memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Serangan balasan yang terus terjadi di kedua pihak membuat korban sipil terus bertambah, sementara ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat aman.

Situasi di perbatasan Israel dan Lebanon saat ini masih sangat tegang, dengan kemungkinan eskalasi konflik yang lebih besar jika serangan dan balasan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini