spot_img
spot_img

Persija Jakarta Tumpul, Pattynama dan Zijlstra Tak Diberi Tempat

Deadline – Persija Jakarta gagal memanfaatkan laga kandang saat menjamu Arema FC pada pekan ke-20 Super League 2025/26. Harapan meraih tiga poin demi mendekati Persib pupus setelah Macan Kemayoran takluk dengan skor 0-2, Minggu (9/2/2026).

Sejak peluit awal, Persija Jakarta menguasai permainan. Bola lebih banyak berada di kaki Maxwell Souza dan rekan-rekannya. Namun dominasi itu tak pernah benar-benar berubah menjadi ancaman nyata di depan gawang.

Alih-alih mencetak gol, Persija justru dihukum dua gol Gabriel Silva. Serangan yang buntu dan penyelesaian akhir yang lemah membuat Arema FC tampil lebih efektif meski tak dominan dalam penguasaan bola.

Kekalahan ini terasa semakin pahit karena potensi besar di bangku cadangan Persija Jakarta tak dimanfaatkan. Di saat tim mengalami kebuntuan, pelatih Mauricio Souza hanya melakukan tiga pergantian pemain.

Tiga nama yang masuk adalah Arlyansyah Abdulmanan, Van Basty Sousa, dan Eksel Runtukahu. Tidak ada kejutan. Tidak ada perubahan signifikan yang mampu membalikkan keadaan.

Sorotan tajam pun mengarah pada keputusan Souza yang enggan menurunkan pemain-pemain anyar yang direkrut pada bursa transfer Januari. Padahal, beberapa di antaranya memiliki reputasi mentereng.

Paulo Ricardo, pemain yang sempat tampil di UEFA Conference League pada Desember, hanya duduk diam di bangku cadangan. Namanya tak pernah dipanggil hingga laga berakhir.

Nasib serupa dialami dua pemain naturalisasi timnas Indonesia, Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra. Keduanya sama sekali tak mendapat menit bermain.

Shayne Pattynama tak diturunkan karena posisi bek kiri masih dipercayakan kepada Dony Tri Pamungkas sejak awal pertandingan. Sementara itu, Mauro Zijlstra kembali harus menunggu lantaran Witan Sulaeman tetap dipasang sebagai starter.

Sebelum laga, Mauricio Souza sebenarnya telah memberi sinyal soal pilihannya.
Pemain baru lainnya belum tentu mendapatkan posisi inti. Mereka harus berjuang keras,” ujar Souza.

Namun pernyataan itu kini menjadi bumerang. Ketika Persija buntu dan kalah di kandang, keputusan menahan pemain berlabel bintang di bench dinilai merugikan tim sendiri.

Jika situasi ini terus berlanjut, pemain-pemain besar di bangku cadangan terancam menjadi mubazir. Persija Jakarta sudah memiliki skuad mewah, tetapi hasil di lapangan belum sejalan dengan ambisi juara.

Kekalahan dari Arema FC bukan sekadar kehilangan tiga poin. Posisi Mauricio Souza kini ikut terancam, terutama ketika Persija justru menjauh dari jalur perebutan gelar.

Di tengah sorak penonton yang pulang dengan kecewa, satu pertanyaan menggantung di Jakarta: untuk apa skuad mewah jika kepercayaan tak pernah diberikan?

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Puaskah Anda dengan Kinerja Presiden Prabowo?

Related news