Tuesday, March 5, 2024
HomeHEADLINEWali Kota Ingin Kembangkan RPH Tanah Merah Agar Bisa Datangkan PAD

Wali Kota Ingin Kembangkan RPH Tanah Merah Agar Bisa Datangkan PAD

DEADLINE.CO.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun menyebut Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) yang beralamat di daerah Tanah Merah, Samarinda Utara itu merupakan aset yang mewah. Hanya saja, itu belum produktif dan dimanfaatkan secara maksimal.

“Mengapa belum produktif, karena dukungan kita dari Pemkot (Pemerintah Kota, Red) juga belum maksimal. Dugaan saya terhadap lokasi ini sebagai barang mewah ternyata benar adanya. Saya berkomitmen, dalam minggu ini membahas bagaimana menjadikan dua aset kita ini menjadi aset yang produktif di masa yang akan datang,” kata Andi Harun saat meninjau RPH di Tanah Merah, Senin (7/3/2022) siang yang dikutip dari Diskominfonews Samarinda.

Dia juga telah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyiapkan paparan pada Jumat (11/3/2022) mendatang.

Dari paparan itu sambung dia, nantinya akan masuk skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan sebagian lainnya akan dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga. Termasuk di dalamnya ada keingingan Pemkot menjadikan aset tersebut sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang potensial.

“Saat ini kita bisa melihat bagaimana kandang tersebut masih sangat traditional. Publik harus tahu bahwa ayam Nunukan justru di sini populasinya lebih potensial daripada di Nunukan itu sendiri. Karena kita memelihara, mengembangkan, dan melestarikannya sendiri. Istilahnya plasma nutfah. Ke depan saya telah meminta kepada UPT (Unit Pelaksana Teknis, Red) dan Dinas Pertanian untuk membuat proposal atau rancangan. Karena kebutuhan kita akan daging ayam masih sangat besar, maka kita akan kerja samakan dengan Perusahaan Daerah dan sebenarnya sudah MoU (Memorandum of Understanding, Red) untuk membuat salah satu kandang yang modern, tidak berbau,” ucapnya.

Selain RPH sambung dia, nantinya juga ada pasar hewan yang akan ditata ulang. Semua kandang yang ada di lingkungan RPH akan dipindah ke pasar hewan dan akan diatur blok-blok yang telah disusun sejak awal.

“Hari Jumat ini saya minta Dinas Pertanian bersama UPT membuat paparan dan menampilkan semua hal yang pernah dilakukan dan yang akan dilakukan ke depan. Nanti pola dengan pihak ketiga bisa mereka bangun sendiri tapi mengikuti desain yang kita buat. Atau pemerintah yang membangun, kemudian mereka yang sewa,” ujar Wali Kota.

“Semoga tahun depan sudah berdampak bahwa aset kita ini baik yang ada di sini (RPH, Red) maupun yang ada di pasar hewan akan memberikan kontribusi PAD kepada daerah, sekaligus bisa menjadi ruang penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di bidang penyediaan daging baik daging sapi maupun unggas,” harapnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments