5 Polisi Polres Meranti Positif Narkoba, Langsung Dipatsus

Deadline – 5 polisi Polres Meranti positif narkoba setelah menjalani tes urine mendadak yang digelar internal kepolisian. Hasil tes menunjukkan kelimanya terbukti mengonsumsi methamphetamine dan amphetamin, dua jenis narkotika yang dilarang keras.

5 anggota Polres Meranti yang positif narkoba tersebut langsung dikenakan penempatan khusus atau patsus sebagai langkah awal penindakan disipliner. Penanganan dilakukan tanpa pengecualian sebagai bentuk ketegasan institusi terhadap pelanggaran serius di tubuh kepolisian.

Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menegaskan bahwa kelima personel tersebut telah diamankan dan berada dalam pengawasan ketat. “Mereka sudah dipatsus,” ujar AKBP Aldi, Kamis (12/2).

Tes urine dilakukan pada Senin (9/2) di halaman Mapolres Meranti. Pemeriksaan dilakukan secara terbuka dan menyeluruh sebagai bagian dari pengawasan internal terhadap seluruh personel kepolisian.

“Tes urine kami lakukan di halaman Polres. Dari hasil pemeriksaan, lima anggota dinyatakan positif narkoba dan langsung diproses,” tegas Kapolres.

Identitas 5 polisi yang positif narkoba masing-masing berinisial Aipda HK, Bripka MJ, Brigadir AC, Aiptu DC, dan Bripka MS. Seluruhnya merupakan anggota aktif yang bertugas di lingkungan Polres Meranti.

Kapolres menegaskan sikap tanpa toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba oleh aparat penegak hukum. Menurutnya, tindakan tegas merupakan bentuk komitmen menjaga kepercayaan publik.

“Saya tidak akan mentolerir adanya anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Polres Meranti akan terus meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap anggota,” kata Aldi.

Baca  Jokowi Disebut, Leonardi Ngaku Jadi Tumbal Kasus Korupsi Satelit Kemenhan

Hingga saat ini, hasil pemeriksaan awal oleh Propam belum menemukan informasi pasti terkait asal narkotika yang digunakan oleh kelima anggota tersebut. Proses pendalaman masih terus berlangsung.

Kapolres menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan penindakan disiplin berjalan tegas dan transparan. “Saya fokus patsus dulu,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa pengawasan internal di kepolisian terus diperketat dan pelanggaran berat seperti narkoba akan ditindak tanpa pandang bulu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER