Deadline – 902 berkas pejabat dan pengusaha Indonesia ditemukan dalam dokumen kasus Jeffrey Epstein yang dirilis Kementerian Hukum Amerika Serikat. Rilis ini dilakukan pada 30 Januari dan menjadi publikasi terbesar sejak Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein disahkan Kongres AS pada November 2025.
Dokumen Jeffrey Epstein yang dipublikasikan mencakup tiga juta halaman. Isinya terdiri dari 180.000 foto dan sekitar 2.000 video. Berkas tersebut memuat korespondensi, laporan tahanan, catatan psikologis, serta penyelidikan atas kematian Epstein.
Jeffrey Epstein merupakan terpidana kekerasan seksual terhadap perempuan di bawah umur. Ia dihukum pada 2008 di Florida dan kembali ditahan pada 2019 dalam kasus perdagangan seks berskala luas. Epstein tewas di penjara pada Agustus 2019.
Nama Tokoh Global Berulang Kali Muncul
Epstein Files menyebut nama figur publik dunia secara berulang. Beberapa di antaranya Donald Trump, Elon Musk, dan Pangeran Andrew dari Kerajaan Inggris. Dokumen menggambarkan relasi Epstein dengan tokoh-tokoh tersebut dalam berbagai konteks sosial dan bisnis.
Sebagian besar dokumen berasal dari satu dekade lalu. Isinya menunjukkan jaringan relasi Epstein di tengah persoalan hukum yang menjeratnya.
Pencarian Indonesia Temukan 902 Berkas
Kata kunci Indonesia dalam katalog Epstein Files menghasilkan 902 berkas pejabat dan pengusaha Indonesia. Berkas ini memuat nama pejabat dan pengusaha Indonesia. Namun, hingga kini tidak muncul polemik publik di Indonesia seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan Inggris.
Belum ada temuan yang menunjukkan hubungan langsung antara nama-nama Indonesia tersebut dengan tindak pidana Epstein.
Dosen ilmu pidana Universitas Gadjah Mada, Muhammad Fatahillah Akbar, menegaskan bahwa keberadaan nama dalam dokumen tidak otomatis menunjukkan keterlibatan hukum. Ia menyebut dokumen itu bersifat informasi terbuka sesuai undang-undang di AS.
Jokowi dan Sri Mulyani Disebut dalam Konteks Berita
Nama Joko Widodo dan Sri Mulyani tercantum dalam beberapa email. Penyebutan tersebut berkaitan dengan pembahasan perkembangan berita dunia. Tidak ada keterangan yang mengaitkan keduanya dengan Epstein secara personal maupun hukum.
Beberapa pengusaha besar Indonesia seperti Hary Tanoesoedibjo dan Eka Tjipta juga disebut. Dokumen mengaitkan mereka dengan urusan bisnis dan properti Donald Trump, bukan dengan kasus Epstein.
Korespondensi Langsung dengan Tim Epstein
Nama Kafrawi Yuliantono muncul sebagai sosok non-publik yang tercatat berkorespondensi langsung dengan tim Epstein. Latar belakangnya berada di sektor perhotelan.
Dokumen menyebut Kafrawi mengenal Epstein dan Ghislaine Maxwell melalui manajernya, Nicholas Simmonds dan Edwina. Mereka bertemu di sebuah kantor sebelum 2013.
Dalam email, Kafrawi mengaku pernah berada di Parrot Cay dan tertarik bekerja di properti Epstein di New York dan Florida. Pada 2012, ia menulis bahwa dirinya berasal dari salah satu pulau di Gili, Lombok, dan berencana ke Washington untuk bertemu Epstein. Epstein membalas singkat dengan kata “Great”.
Kaitan Indonesia Lainnya Bersifat Transaksional
Dokumen lain terkait Indonesia sebagian besar mencatat pembelian furnitur dan pernik seni. Catatan tersebut muncul berulang dan tidak berkaitan dengan tindak pidana.
Beberapa pihak mencoba mengaitkan Epstein dengan sektor perhotelan di Bali dan Indonesia. Namun dokumen yang dirilis tidak memuat bukti hukum atas dugaan tersebut.
File Intelijen Sebut Miliarder Indonesia
Salah satu dokumen dengan kode EFTA00090314.pdf menyebut klaim tentang seorang miliarder Indonesia. Laporan itu menyatakan orang tersebut terlibat dalam pengembangan hotel Trump dan pernah membeli rumah Trump di Beverly Hills dengan harga yang disebut terlalu tinggi.
Dokumen itu diberi label NFI atau not further investigated. Artinya, klaim tersebut tidak dilanjutkan penyelidikannya.
Laporan yang sama memuat pernyataan sumber rahasia tentang dugaan kolusi dan pengaruh asing terhadap Trump. Dokumen ini ditegaskan sebagai catatan intelijen, bukan kesimpulan hukum yang telah diverifikasi.
Publikasi Resmi dan Pernyataan DOJ
Kementerian Hukum AS mengunggah dokumen ini enam minggu setelah melewati tenggat publikasi. Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menyatakan proses ini menutup tahapan identifikasi dan peninjauan dokumen demi transparansi publik.
Selain Epstein, dokumen juga memuat catatan penyelidikan terhadap Ghislaine Maxwell. Maxwell telah dihukum karena membantu Epstein dalam perdagangan perempuan di bawah umur.
Cara Cek Nama Indonesia di Epstein Files
Masyarakat dapat mengecek Epstein Files secara mandiri melalui situs resmi DOJ. Langkahnya sederhana.
Buka laman justice.gov/epstein. Konfirmasi usia di atas 18 tahun. Masukkan nama tokoh di kolom pencarian. Tekan tombol pencarian. Jika ada hasil, file PDF akan muncul dan dapat dibaca langsung.
902 berkas Indonesia dalam Epstein Files menunjukkan keterkaitan nama, bukan pembuktian kejahatan. Dokumen ini membuka akses informasi publik, bukan vonis hukum. Hingga kini, tidak ada bukti resmi yang mengaitkan tokoh Indonesia dengan tindak pidana Jeffrey Epstein.



