Deadline – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memaparkan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Forum Bisnis bersama U.S. Chamber of Commerce di Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
Dalam forum yang dihadiri para pengusaha Amerika Serikat itu, Prabowo menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program sosial. Ia menyebut program ini sebagai strategi investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia Indonesia.
MBG Dorong Ekonomi Desa dan Ciptakan Lapangan Kerja
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut Prabowo terinspirasi dari praktik negara-negara Barat dalam membangun kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, demokrasi harus memberi manfaat nyata. Salah satunya melalui layanan pendidikan dan kesehatan yang langsung dirasakan rakyat.
Prabowo mengungkapkan, saat ini telah terbentuk 23.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Satu dapur SPPG, kata dia, mampu menyerap hingga 50 tenaga kerja di setiap desa. Artinya, ribuan desa kini memiliki sumber pekerjaan baru.
Ia menekankan, ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan kini memperoleh pendapatan tetap melalui keterlibatan dalam operasional dapur MBG.
Program ini juga menciptakan permintaan besar terhadap bahan pangan lokal seperti telur, ayam, sayuran, dan tomat. Kondisi ini memberikan kepastian pasar bagi petani di sekitar desa.
Prabowo menyebut dampak tersebut sebagai efek pengganda (multiplier effect) yang memicu pertumbuhan ekonomi dari bawah.
Danantara, Strategi Besar Hilirisasi Nasional
Selain MBG, Prabowo juga memperkenalkan pembentukan sovereign wealth fund baru bernama Danantara.
Danantara dibentuk sebagai badan pengelola investasi negara. Seluruh aset milik negara telah dikonsolidasikan ke dalam lembaga tersebut.
Tujuannya adalah memperkuat pembiayaan proyek strategis dan mempercepat hilirisasi industri nasional.
Prabowo menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia di dalam negeri.
Akui Tantangan Korupsi dan Ekonomi Ilegal
Dalam forum bisnis tersebut, Prabowo secara terbuka mengakui masih adanya persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan.
Ia menyebut praktik korupsi, penyelundupan, serta aktivitas ekonomi ilegal sebagai tantangan nyata yang harus dihadapi.
Praktik pertambangan ilegal, penangkapan ikan ilegal, dan perkebunan ilegal di kawasan hutan lindung disebut masih terjadi.
Prabowo menyatakan masalah ini bukan hal baru. Namun ia menegaskan komitmennya untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan tersebut secara langsung.
Komitmen Reformasi dan Investasi Jangka Panjang
Melalui paparan di Washington D.C., Prabowo ingin menunjukkan bahwa pemerintahannya fokus pada pembangunan manusia, penguatan ekonomi desa, dan reformasi tata kelola negara.
Program MBG diposisikan sebagai fondasi pembangunan generasi masa depan.
Sementara Danantara diarahkan menjadi mesin pembiayaan strategis untuk mendorong industrialisasi dan hilirisasi nasional.
Forum tersebut menjadi ajang bagi Indonesia untuk memperkuat kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.



