Deadline – Iran kembali menjadi sorotan keamanan internasional setelah aparat Inggris menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aktivitas intelijen terkait Teheran. Polisi Metropolitan London melakukan operasi kontra-terorisme dan menahan total 10 pria yang dicurigai membantu kegiatan pengawasan terhadap komunitas Yahudi di ibu kota Inggris.
Penangkapan ini merupakan bagian dari penyelidikan keamanan yang telah berlangsung lama. Aparat Inggris menyebut operasi tersebut dilakukan untuk mencegah potensi ancaman keamanan nasional serta mengganggu aktivitas yang diduga terkait jaringan intelijen asing.
Empat orang pertama yang ditangkap terdiri dari satu warga negara Iran dan tiga warga negara ganda Inggris-Iran. Mereka diduga membantu aktivitas dinas intelijen asing dengan melakukan pengawasan terhadap lokasi dan individu yang memiliki hubungan dengan komunitas Yahudi di London.
Komandan kontra-terorisme London, Helen Flanagan, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari operasi keamanan jangka panjang.
“Penangkapan ini merupakan bagian dari penyelidikan yang telah berlangsung lama dan bagian dari pekerjaan berkelanjutan kami untuk mengganggu aktivitas jahat di mana pun kami mencurigainya,” ujar Flanagan dalam keterangan resmi pada Jumat (6/3/2026).
Ia juga mengakui adanya kekhawatiran di masyarakat, khususnya di kalangan komunitas Yahudi di Inggris. Flanagan meminta warga tetap waspada dan segera melapor kepada polisi jika menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Dukungan penuh terhadap operasi ini juga datang dari pemerintah Inggris. Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood menegaskan aparat keamanan Inggris memiliki kemampuan terbaik untuk menghadapi ancaman apa pun.
“Polisi dan dinas keamanan kami adalah yang terdepan di dunia dan tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap ancaman terhadap Inggris,” kata Mahmood dalam pernyataan resmi.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menyebut Iran sebagai salah satu negara yang kerap dikaitkan dengan aktivitas yang mengancam keamanan global.
Dalam wawancara dengan program televisi Good Morning Britain di ITV, Lammy mengatakan bahwa Iran selama ini sering disebut sebagai negara sponsor terorisme terbesar di dunia. Ia menambahkan aparat intelijen Inggris telah berhasil menggagalkan berbagai rencana serangan dalam beberapa tahun terakhir.
Operasi penangkapan dilakukan di beberapa lokasi berbeda di Inggris. Seorang pria berusia 40 tahun dan seorang pria berusia 55 tahun ditangkap di sebuah alamat di Barnet. Polisi juga menangkap seorang pria berusia 52 tahun di Watford, serta seorang pria berusia 22 tahun di Harrow.
Selain itu, aparat masih melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi lain, termasuk di Wembley. Proses pengumpulan bukti masih berlangsung untuk memperkuat penyelidikan.
Keempat tersangka tersebut ditahan berdasarkan National Security Act 2023, undang-undang yang diberlakukan pemerintah Inggris pada 2023 untuk memperbarui aturan terkait spionase dan campur tangan asing.
Dalam pengembangan kasus ini, polisi juga menangkap enam pria lainnya berusia antara 20 hingga 49 tahun di wilayah Harrow. Mereka diduga membantu aktivitas kejahatan yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Dengan demikian, total 10 orang kini berada dalam penahanan sementara aparat keamanan terus mendalami jaringan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aktivitas tersebut.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa rezim Iran dapat menimbulkan ancaman langsung terhadap kelompok tertentu di Inggris.
Menurut Starmer, dalam satu tahun terakhir otoritas keamanan Inggris telah mengidentifikasi lebih dari 20 rencana serangan yang diduga memiliki kaitan dengan dukungan Iran.
Organisasi pemantau keamanan komunitas Yahudi, Community Security Trust, menyampaikan apresiasi kepada kepolisian atas langkah pencegahan tersebut. Mereka menilai operasi ini penting untuk menjaga keselamatan komunitas Yahudi di Inggris.
Penyelidikan kini masih berlanjut. Aparat Inggris memastikan akan menggunakan seluruh kewenangan hukum yang tersedia untuk memastikan keamanan nasional tetap terjaga.



