Ledakan Dahsyat Guncang Baghdad: Drone Iran Serang Kedubes AS

Deadline – Ledakan dahsyat di Baghdad terjadi di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di kawasan Zona Hijau yang dijaga ketat. Serangan ini menandai meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang kini mulai meluas ke wilayah Irak.

Pada Selasa malam waktu setempat, sejumlah drone terdeteksi memasuki wilayah udara Zona Hijau. Dua drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan, sementara satu lainnya hilang dari radar. Aktivitas ini memicu serangkaian ledakan keras yang terdengar di berbagai titik ibu kota.

Sumber keamanan menyebutkan, sedikitnya tiga drone bermuatan bahan peledak juga menargetkan fasilitas diplomatik Amerika Serikat di dekat Bandara Internasional Baghdad. Sistem pertahanan udara C-RAM langsung diaktifkan untuk mencegah serangan lebih lanjut.

Dampak ledakan terasa luas. Pecahan benda dari udara jatuh di berbagai lokasi dan menyebabkan kerusakan pada jendela serta infrastruktur, termasuk di kompleks universitas di kawasan al-Dura. Warga setempat melaporkan suara dentuman keras yang membuat panik.

Kebakaran juga dilaporkan terjadi di dekat Bank Sentral Irak di distrik al-Jadriyah. Otoritas setempat menyatakan bahwa api diduga dipicu oleh puing-puing objek udara yang jatuh di sekitar gerbang utama gedung tersebut.

Meski serangan berlangsung intens, hingga kini belum ada laporan korban jiwa. Namun, situasi keamanan di Baghdad dinilai semakin rentan dan penuh ancaman.

Sehari sebelumnya, serangan udara menghantam sebuah gedung yang digunakan sebagai markas Pasukan Mobilisasi Populer atau Hashd al-Shaabi. Serangan itu menewaskan empat orang. Gedung tersebut diketahui juga menjadi tempat aktivitas penasihat Iran.

Baca  Houthi Siap Perang: Sinyal Keras Dukung Iran Lawan AS dan Israel

Kelompok Hashd al-Shaabi sendiri merupakan gabungan milisi paramiliter mayoritas Syiah yang dibentuk pada 2014 untuk melawan kelompok ISIS. Kini, kelompok tersebut telah resmi menjadi bagian dari struktur keamanan negara Irak.

Rangkaian serangan ini menunjukkan siklus kekerasan yang terus meningkat antara pasukan Amerika Serikat dan kelompok bersenjata di Irak yang memiliki hubungan dengan Iran. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait stabilitas kawasan.

Tidak hanya di Baghdad, serangan juga dilaporkan terjadi di Erbil, ibu kota wilayah otonomi Kurdistan Irak. Drone menargetkan markas kelompok oposisi Kurdi Iran di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga dilaporkan melakukan serangan udara terhadap sebuah pertemuan suku di Provinsi Anbar. Sementara itu, puing-puing akibat serangan udara juga ditemukan jatuh di lahan pertanian dekat Kota Mosul.

Situasi ini menegaskan bahwa konflik regional kini telah meluas dan membawa dampak langsung bagi Irak. Ancaman keamanan yang terus meningkat membuat warga hidup dalam ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER