Deadline – Skuter listrik Rp48 juta untuk operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu sorotan publik. Pengadaan dilakukan saat pemerintah mendorong efisiensi anggaran dengan alasan tekanan ekonomi global.
Skuter listrik Rp48 juta ini menjadi bagian dari proyek pengadaan ribuan motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).
Pengadaan dinilai tidak transparan. Proyek disebut berjalan tanpa penjelasan rinci ke publik, mirip dengan pengadaan kendaraan lain sebelumnya. Padahal pemerintah sedang memangkas belanja di berbagai sektor.
Dua Model Motor Listrik Disiapkan
BGN menyiapkan dua jenis motor listrik. Pertama, motor bergaya trail yaitu Emmo JVX GT. Kedua, skuter listrik Emmo JVH Max.
Emmo JVX GT memiliki tenaga 7.000 watt. Jarak tempuhnya sekitar 70 km. Motor ini menggunakan baterai 72V 31Ah dan mendukung pengisian cepat dari 30 persen ke 80 persen dalam 1 jam. Harga resminya sekitar Rp 56,8 juta.
Sementara itu, Emmo JVH Max menawarkan kecepatan hingga 90 km/jam. Jarak tempuhnya juga sekitar 70 km. Skuter ini memakai baterai 72V 30Ah dengan fitur fast charging. Harga pasarannya mencapai Rp 48,8 juta.
Harga Diperdebatkan
Harga motor listrik ini memicu pertanyaan. Banyak pihak menilai harga tersebut terlalu tinggi, terutama untuk skuter listrik.
Pegiat kendaraan listrik dari Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (Kosmik), Hendro Sutono, menyebut harga Emmo JVH Max masuk kategori premium. Ia menilai spesifikasi serupa bisa didapat dengan harga lebih rendah.
Namun, untuk motor trail seperti Emmo JVX GT, harga dinilai masih kompetitif. Produk sekelas di Indonesia memang berada di kisaran Rp 40 juta hingga Rp 90 juta.
BGN Klaim Harga Lebih Murah
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan pemerintah membeli motor dengan harga sekitar Rp 42 juta per unit. Angka ini disebut lebih rendah dari harga pasar yang sekitar Rp 52 juta.
Dadan menegaskan pengadaan sudah masuk perencanaan anggaran tahun 2025. Tujuannya untuk mendukung mobilitas Kepala SPPG dalam menjalankan program MBG.
Jumlah Unit dan Nilai Proyek
Jumlah motor listrik yang disiapkan mencapai 21.801 unit dari total rencana 25.000 unit. BGN membantah angka 70.000 unit yang sempat beredar.
Data pengadaan menunjukkan nilai proyek sangat besar. Dalam sistem pengadaan pemerintah, terdapat paket senilai Rp 1,22 triliun untuk kendaraan roda dua. Ada dua paket besar dengan volume masing-masing 24.400 unit.
Harga satuan dalam katalog sekitar Rp 49,95 juta per unit termasuk pajak. Jika dikalikan jumlah unit, total anggaran mendekati Rp 1,2 triliun per paket.
Banyak Alternatif Lebih Murah
Sejumlah motor listrik lain tersedia dengan harga di bawah Rp 40 juta. Beberapa di antaranya:
- Alva One XP: mulai Rp 38,5 juta, jarak tempuh hingga 140 km dengan dua baterai
- Polytron Fox 500: Rp 38,1 juta, jarak tempuh 130 km, kecepatan hingga 130 km/jam
- Zeeho AE6: Rp 37,5 juta, jarak tempuh 100 km
- Indomobil Emotor Tyranno: sekitar Rp 26 jutaan, jarak tempuh 110 km
Motor-motor ini menawarkan spesifikasi yang setara atau lebih tinggi pada beberapa aspek. Hal ini memperkuat pertanyaan publik soal pemilihan merek Emmo.
Kontroversi Belum Reda
Pengadaan motor listrik untuk MBG terus menuai kritik. Nilai proyek yang besar dan pilihan produk memicu perdebatan.
BGN berharap masyarakat memahami bahwa pengadaan ini bertujuan mendukung kelancaran distribusi program MBG di seluruh Indonesia.
Namun, pertanyaan soal efisiensi anggaran dan transparansi masih menjadi sorotan utama.




Namanya juga Presiden OMON2