Blokade Selat Hormuz Memanas: Iran Tuduh AS Lakukan “Pembajakan”

Deadline – Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat. Militer Iran menuduh rencana blokade oleh Amerika Serikat sebagai tindakan ilegal dan setara pembajakan.

Pernyataan keras ini disampaikan pusat komando militer Iran Khatam Al-Anbiya melalui siaran televisi pemerintah pada Selasa, 14 April 2026. Iran menilai pembatasan navigasi di perairan internasional sebagai pelanggaran hukum.

Iran juga mengeluarkan peringatan terbuka. Jika pelabuhan di Teluk Persia dan Laut Arab terancam, maka seluruh pelabuhan di kawasan tersebut tidak akan aman. Pernyataan ini mempertegas risiko eskalasi konflik di jalur energi global.

Sebelumnya, komando pusat militer AS menyatakan blokade akan berlaku untuk semua kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran. Kebijakan ini mencakup wilayah pesisir Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman. Namun, AS menegaskan kapal menuju pelabuhan non-Iran tetap diizinkan melintas.

Presiden Donald Trump ikut memperkuat rencana tersebut. Dalam unggahan di Truth Social, ia menyebut blokade bertujuan membersihkan ranjau dan membuka jalur pelayaran. Namun, ia menegaskan Iran tidak boleh mengendalikan jalur strategis itu.

Krisis ini dipicu kegagalan negosiasi antara Iran dan AS. Upaya damai yang diharapkan menghentikan konflik sejak akhir Februari runtuh. Konflik tersebut telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global.

Selama negosiasi, Selat Hormuz menjadi alat tawar utama Iran. Jalur vital distribusi minyak dan gas dunia itu dibatasi ketat. Iran hanya mengizinkan kapal tertentu melintas, terutama dari negara sahabat seperti China.

Baca  Deklarasi Kemenangan Iran atas Amerika Serikat, Trump Harus Terima 10 Poin Gencatan Senjata

Dampaknya langsung terasa di pasar energi. Setelah gencatan senjata sempat terjadi, harga minyak global turun hingga 8 persen. Sebelumnya, harga minyak WTI dan Brent sempat melonjak di atas 100 dolar AS per barel.

China langsung bereaksi atas rencana blokade. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun menegaskan Selat Hormuz adalah jalur perdagangan penting dunia. Ia menekankan stabilitas kawasan menjadi kepentingan bersama.

Kritik juga datang dari Eropa. Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menyebut langkah AS tidak masuk akal. Ia menilai situasi ini memperparah ketegangan global yang sudah terus memburuk.

Situasi di Selat Hormuz kini menjadi sorotan utama dunia. Jalur sempit ini mengalirkan sekitar sepertiga pasokan minyak global. Setiap gangguan langsung berdampak pada harga energi dan stabilitas ekonomi internasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER