Kataib Hizbullah Siap Perang Total Bela Iran, Ancaman Terbuka ke AS dan Israel

Deadline – Kataib Hizbullah Irak menyatakan siap perang total jika Iran diserang. Pernyataan ini menegaskan dukungan militer langsung kepada Teheran di tengah meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan keras itu disampaikan pemimpin Kataib Hizbullah, Abu Hussein al-Hamidawi, pada Minggu malam, 25 Januari 2026. Ia memerintahkan seluruh pasukannya bersiap menghadapi perang besar.

Al-Hamidawi menuduh adanya kekuatan asing yang ia sebut sebagai “kekuatan kegelapan” yang sedang berkumpul untuk menaklukkan dan menghancurkan Iran. Ia menilai ancaman tersebut nyata dan tidak bisa diabaikan.

“Kami menegaskan kepada musuh bahwa perang melawan Iran tidak akan semudah berjalan-jalan di taman,” kata al-Hamidawi, dikutip dari Aljazeera, Senin, 26 Januari 2026.
Ia menambahkan, pihak yang menyerang akan menghadapi kematian pahit dan tidak akan menyisakan apa pun di wilayah mereka.

Pernyataan ini menandai perubahan sikap kelompok bersenjata Irak. Saat Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada Juni tahun lalu, kelompok-kelompok sekutu Iran di kawasan, termasuk di Irak, tidak turun tangan secara langsung.

Al-Hamidawi menegaskan kondisi kini berbeda. Ia menyerukan dukungan penuh dari seluruh kekuatan poros regional dan meminta bantuan dengan cara apa pun yang memungkinkan jika konflik pecah.

Kataib Hizbullah Irak

Kataib Hizbullah merupakan salah satu kelompok terbesar dalam Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak. Kelompok ini dibentuk pada 2014 dengan tujuan utama melawan ISIS yang saat itu menguasai sejumlah wilayah Irak.

Baca  Warga Palestina Dilempar Granat oleh Pasukan Israel Saat Salat Idulfitri di Al-Aqsa

Di sisi lain, tekanan Amerika Serikat terhadap Irak juga meningkat. Dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia al-Sudani, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendesak Baghdad menjaga jarak dari Iran.

Rubio menyatakan pemerintahan yang berada di bawah pengaruh Iran tidak mampu mengutamakan kepentingan Irak sendiri. Pernyataan itu disampaikan melalui juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott.

Ketegangan AS dan Iran terus memanas sejak awal Januari. Presiden AS Donald Trump sempat menyerukan demonstran Iran untuk mengambil alih lembaga negara dengan klaim “bantuan sedang dalam perjalanan”.

Trump kemudian melunakkan pernyataannya setelah menerima jaminan dari Teheran terkait penghentian eksekusi pembangkang. Namun, langkah militer tetap berjalan.

Pemerintahan AS mengirimkan kelompok armada militer ke Timur Tengah dan memperkuat kehadiran di kawasan Teluk. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah maskapai internasional menangguhkan penerbangan di wilayah tersebut.

Iran menegaskan tidak akan tinggal diam. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan Teheran telah menempuh jalur diplomasi, namun militer akan merespons tegas setiap pelanggaran kedaulatan.

Trump kembali memperingatkan Iran dengan menyebut pengiriman “pasukan besar” ke kawasan. Ia menegaskan armada kapal perang AS bergerak menuju Timur Tengah untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Situasi ini memperlihatkan eskalasi serius. Pernyataan siap perang dari Kataib Hizbullah memperbesar risiko konflik regional yang melibatkan Iran, Irak, Amerika Serikat, dan Israel dalam satu medan krisis terbuka.

Baca  Donald Trump Desak Arab Saudi Akui Israel, Klaim Iran Mulai Melemah Drastis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER