Deadline – Media sosial kembali diramaikan dengan unggahan struk pembayaran dari sebuah warung bakso di Klaten Utara, Jawa Tengah. Struk tersebut viral setelah muncul biaya AC sebesar Rp 3.000 per orang.
Unggahan itu pertama kali ramai dibahas setelah dibagikan akun Instagram Urbanfeed News. Banyak warganet menyoroti adanya biaya AC yang dicantumkan terpisah dari harga makanan dan minuman.
Dalam nota pembayaran yang beredar, terlihat dua pelanggan dikenakan biaya AC dengan total Rp 6.000. Biaya tersebut muncul di luar total pesanan utama.
Struk pembayaran itu tercatat pada Rabu, 13 Mei, pukul 16.16 WIB. Rincian pesanan menunjukkan pelanggan membeli bakso balungan, bakso keju, tetelan, es teh, hingga es tawar. Total pembayaran mencapai Rp 62.000 dan dilakukan menggunakan QRIS.
Keberadaan biaya tambahan AC langsung memicu beragam komentar dari pengguna media sosial. Sebagian warganet menganggap biaya tersebut unik dan tidak biasa diterapkan di warung bakso.
Salah satu komentar yang ramai dibagikan datang dari akun @idamlaksa**. Ia menulis sindiran soal kemungkinan biaya lain yang ikut dimasukkan ke dalam nota.
“Kenapa nggak dimasukin sekalian biaya kursi?” tulisnya.
Komentar lain datang dari netizen yang membandingkan kejadian ini dengan pengalaman makan bakso di Depok, Jawa Barat. Menurutnya, ada warung bakso yang justru menambahkan biaya mangkok untuk pelanggan makan di tempat.
“Di Depok juga ada, makan bakso dine in ada biaya mangkoknya 1.000/mangkok,” tulis akun @efrilill**.
Viralnya struk biaya AC ini membuat banyak pengguna media sosial ikut membahas soal tambahan biaya di tempat makan. Sebagian menganggap hal tersebut sah selama dicantumkan secara jelas di nota pembayaran, sementara lainnya menilai biaya tambahan seperti itu cukup mengejutkan untuk ukuran warung bakso.



