Keracunan MBG Kembali Terulang, Satgas Minta SPPG Kaliwates 7 Jember Ditutup

Deadline – Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Jember. Belasan pelajar dilaporkan mengalami mual dan pusing setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Kaliwates 7.

Insiden tersebut langsung memicu reaksi keras dari Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Jember. Satgas bahkan merekomendasikan penutupan SPPG Kaliwates 7 karena dinilai lalai dalam menjalankan tugas distribusi makanan untuk pelajar.

Kepala Satgas MBG Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyelenggara MBG yang mengabaikan keselamatan anak-anak penerima program.

Menurut Imam Fauzi, SPPG Kaliwates 7 sebelumnya sudah beberapa kali menerima peringatan akibat keluhan masyarakat. Keluhan itu masuk melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e. Namun, pengelola disebut tidak melakukan perbaikan meski sudah diperingatkan.

“Tidak ada toleransi bagi SPPG yang abai terhadap aspek keselamatan anak-anak penerima MBG,” ujar Imam Fauzi, Kamis 21 Mei.

Satgas MBG juga telah melakukan pengecekan langsung ke dapur SPPG untuk menelusuri proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada para siswa.

Kasus dugaan keracunan ini terjadi setelah makanan MBG didistribusikan pada Rabu 20 Mei. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa mengeluhkan kondisi tubuh tidak nyaman seperti mual dan pusing. Beberapa pelajar bahkan harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga  Guspi Waker Pimpinan OPM yang Diduga Tembak Bocah Perempuan hingga Tewas di Tembagapura

SPPG Mitra Kaliwates 7 yang berada di Jalan Teratai diketahui mendistribusikan sebanyak 2.447 paket makanan ke 15 sekolah di wilayah Kaliwates.

Pantauan di lapangan menunjukkan operasional SPPG tersebut sementara dihentikan sejak Kamis dan belum diketahui kapan akan kembali beroperasi.

Bupati Jember Muhammad Fawait turut menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan orang tua siswa atas kejadian tersebut. Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan seluruh SPPG wajib mematuhi standar operasional prosedur atau SOP agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan orang tua atas peristiwa tersebut,” kata Gus Fawait.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jember, M Ahmad Birbik Munajil Hayat, menilai insiden ini bukan sekadar persoalan teknis dapur. Menurut politisi Partai Golkar tersebut, keselamatan anak-anak penerima manfaat program harus menjadi prioritas utama.

Birbik mengaku kecewa karena program MBG yang memiliki tujuan mendukung tumbuh kembang anak justru menimbulkan masalah kesehatan. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat tidak hanya mengejar keuntungan semata.

Ia juga menegaskan kekecewaan itu harus diikuti langkah nyata dari Satgas MBG agar pengawasan terhadap pelaksanaan program semakin ketat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER