Listrik di Kota Medan dan Binjai Sudah 24 jam Lumpuh, Warga Mengungsi Demi Air dan Cas HP

Deadline – Gangguan listrik massal yang melanda Pulau Sumatra sejak Jumat (22/5) malam masih membuat sejumlah wilayah di Kota Medan dan Binjai gelap gulita hingga Sabtu (23/5) siang. Warga mengaku kesulitan menjalani aktivitas karena listrik dan air bersih belum kembali normal.

Pemadaman listrik terjadi sejak sekitar pukul 18.44 WIB. Hingga lebih dari 24 jam kemudian, sebagian pelanggan di Sumatera Utara masih belum mendapatkan pasokan listrik. Kondisi ini memicu keluhan warga karena aktivitas rumah tangga lumpuh total.

Di Kota Medan, warga bernama Maha Rajagukguk mengaku terpaksa keluar rumah bersama keluarganya untuk mencari tempat yang masih memiliki listrik. Ia menggunakan kesempatan itu untuk mengisi daya telepon genggam dan lampu darurat.

Menurut Maha, listrik di rumahnya belum juga menyala hingga Sabtu siang. Situasi itu membuat keluarganya tidak bisa beraktivitas normal di rumah.

Keluhan serupa datang dari Rahmy, warga Mencirim, Kota Binjai. Ia mengaku harus mencari kafe yang memiliki aliran listrik demi mengisi daya ponselnya.

Rahmy mengatakan pemadaman listrik juga berdampak pada suplai air bersih di rumahnya. Sejak Jumat malam, air tidak mengalir sehingga kebutuhan dasar keluarganya terganggu.

Karena kesulitan mendapatkan air, Rahmy mengaku sampai harus mandi di masjid. Ia juga menyebut belum ada kepastian kapan listrik akan kembali normal di wilayah tempat tinggalnya.

Baca Juga  Formasi CASN 2026 di Batam: Hanya CPNS, PPPK Dihapus dari Usulan

Warga lain bernama Anto juga memilih meninggalkan rumah sementara waktu. Ia mengungsi ke rumah kerabat yang masih memiliki pasokan listrik dan air bersih.

Menurut Anto, kondisi di rumahnya masih gelap total hingga Sabtu siang. Air bersih juga tidak tersedia karena pompa air tidak bisa beroperasi akibat listrik padam.

PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara menyampaikan permohonan maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra. Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumut, Darma Saputra, mengatakan proses pemulihan masih terus dilakukan secara bertahap.

PLN menjelaskan gangguan dipicu masalah pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem. Gangguan tersebut kemudian berdampak pada sistem kelistrikan di berbagai wilayah Sumatra, termasuk Sumatera Utara.

Hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 10.00 WIB, PLN menyebut sebanyak 199 penyulang dari total 540 penyulang terdampak sudah berhasil dipulihkan. Proses penormalan masih dilakukan untuk mengembalikan pasokan listrik ke seluruh pelanggan.

Pemadaman listrik ini tidak hanya terjadi di Sumatera Utara. Sejumlah wilayah lain mulai dari Riau hingga Aceh juga mengalami gangguan serupa.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut sebanyak 8,3 juta pelanggan dari total 13,1 juta pelanggan terdampak sudah kembali mendapatkan listrik hingga Sabtu pukul 10.00 WIB.

PLN juga mencatat lebih dari 3.192 megawatt pasokan listrik telah kembali disalurkan dari total 5.334 megawatt yang sebelumnya terdampak. Selain itu, sebanyak 157 gardu induk dari total 176 gardu induk yang sempat terganggu kini kembali beroperasi.

Baca Juga  Listrik di Sumut Belum Pulih, Warga Mengeluh Sudah 12 Jam Padam

Darmawan mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN masih bekerja penuh selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra. Ia memastikan proses penormalan dilakukan bertahap agar pasokan listrik kembali aman dan stabil bagi masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER