Viral Coffee Shop Solo Diduga Jadi Tongkrongan LGBT, Satpol PP Turun Tangan

Deadline – Viral coffee shop di Solo diduga menjadi tempat nongkrong komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Isu tersebut ramai dibahas di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Informasi itu pertama kali mencuat setelah akun Threads bernama @geminiketemugemini mengunggah dugaan adanya coffee shop di Kota Solo yang menjadi lokasi berkumpul komunitas LGBT.

“Dapet info baru, ternyata ada coffee shop di Solo yang jadi tempat nongkrong LGBT,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu kemudian menyebar luas dan menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial. Sejumlah akun bahkan mengarahkan dugaan lokasi ke salah satu coffee shop di kawasan Kecamatan Laweyan, Solo.

Menanggapi isu yang viral tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Solo langsung melakukan pemantauan dan penyelidikan di lapangan.

Kepala Satpol PP Solo, Didik Anggono, mengatakan pihaknya tetap mengedepankan aturan hukum sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Menurut Didik, aparat tidak bisa langsung memberikan penilaian apabila aktivitas yang dilakukan masih dalam batas wajar dan belum mengarah pada pelanggaran kesusilaan.

“Ini menurut saya kalau sebatas istilahnya duduk bareng kemudian belum sampai kepada hal yang mesum, mungkin kita juga tidak bisa men-judge orang itu berbuat seperti itu,” ujarnya saat dihubungi Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menambahkan, tindakan baru bisa dilakukan apabila ditemukan aktivitas yang dianggap melanggar norma atau ketertiban umum.

Baca Juga  Dedi Mulyadi Mau Hapus Pajak Kendaraan, Warga Jabar Langsung Protes karena Jalan Berbayar Seperti Tol

“Kalau sudah beralih seperti kemarin ada yang viral di taman ciuman, peluk-pelukan, itu sudah lain,” lanjutnya.

Satpol PP Solo mengaku langsung menerjunkan tim setelah isu tersebut ramai dibicarakan publik. Pemantauan dilakukan sejak siang hari hingga malam untuk memastikan kondisi di lokasi yang disebut dalam unggahan media sosial.

“Mulai dari siang tadi dipantau ya karena mungkin mereka datangnya malam ya jadi belum ada. Infonya mulai malam hari ini kita cek lagi seperti apa,” kata Didik.

Hingga saat ini, Satpol PP Solo menegaskan belum bisa menyimpulkan adanya pelanggaran karena proses pengecekan masih berlangsung.

“Kita selidiki. Kita belum bisa bicara banyak. Akan ada pengecekan. Kita selidiki dulu apakah benar,” jelasnya.

Didik juga menyebut pihaknya berpotensi menggandeng kepolisian maupun pihak terkait lainnya apabila ditemukan unsur pelanggaran dalam penyelidikan tersebut.

Sementara itu, Respati Ardi mengatakan Pemerintah Kota Solo telah menerima informasi yang beredar di media sosial dan akan menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

“Ya nanti kita cek. Karena itu bagian dari kesusilaan. Nanti kita intervensi. Terima kasih infonya akan kita tindak,” ujarnya.

Pemerintah Kota Solo menegaskan penanganan kasus ini dilakukan secara hati-hati agar situasi di tengah masyarakat tetap kondusif dan tidak memicu polemik berkepanjangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER