Iran Gelontorkan 1.000 Drone Militer Baru di Tengah Ancaman Perang

Deadline – Iran resmi menerima 1.000 drone militer baru untuk angkatan daratnya. Drone ini langsung dimasukkan ke unit tempur berbagai divisi angkatan darat setelah dikembangkan oleh ilmuwan dan teknisi militer Iran bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan.

Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, mengatakan perangkat ini dirancang untuk menghadapi ancaman masa depan, terutama pelajaran dari perang 12 hari tahun lalu.

Iran menyebut drone itu punya kemampuan serang, pengintaian dan perang elektronik. Mereka bisa menyerang target yang diam atau bergerak di darat, laut dan udara.

Pasukan Iran memang tengah memperkuat diri saat ketegangan dengan Amerika Serikat meningkat drastis. Presiden AS Donald Trump lewat sejumlah pernyataan baru-baru ini memperingatkan langkah militer jika Iran tidak mencapai kesepakatan yang menurut Washington dapat mencegah konflik.

Trump menyebut armada kapal perang besar Angkatan Laut AS sedang bergerak menuju kawasan Timur Tengah. Ia memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan, serangan berikutnya bisa jauh lebih kuat.

Iran merespons dengan bahasa keras. Jubir militer Iran menyatakan negara itu siap memberikan balasan cepat dan kuat jika ada serangan. Pernyataan ini menegaskan bahwa Tehran melihat langkah AS sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatannya.

Beberapa negara lain juga ikut bereaksi terhadap ketegangan ini. Rusia meminta kedua pihak membuka jalur diplomasi dan menolak setiap penggunaan kekuatan militer.

Baca  Amerika Serikat Sudah Habiskan Rp204 Triliun, Perang dengan Iran Belum Ada Tanda Berakhir

Keberadaan 1.000 drone baru ini menunjukkan Iran mencoba memperkuat posisi strategisnya. Drone masuk ke sejumlah unit angkatan darat untuk menambah kesiapan dalam berbagai skenario konflik.

Peningkatan kemampuan militer ini terjadi di tengah ancaman nyata pertempuran dengan Amerika dan sekutunya. Langkah ini bisa memengaruhi kestabilan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Iran masih menolak pembicaraan langsung dengan AS tanpa prasyarat yang dianggap adil. Kondisi ini menyulitkan jalan diplomasi di tengah tekanan militer yang makin besar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER