Deadline – Aber Kawas, perempuan keturunan Palestina yang mengenakan hijab, berhasil mencetak sejarah politik di Amerika Serikat. Ia terpilih sebagai anggota Senat Negara Bagian New York dari Distrik 12 dalam pemilihan yang berlangsung pada 3 November 2026.
Kemenangan tersebut menjadikannya perempuan Palestina-Amerika pertama yang mengenakan hijab dan berhasil menduduki kursi legislatif di Negara Bagian New York.
Keberhasilan Kawas menjadi pencapaian penting bagi representasi komunitas Palestina-Amerika dalam pemerintahan. Ia juga menambah daftar warga keturunan Palestina yang berhasil memperoleh jabatan politik di tingkat negara bagian Amerika Serikat.
Melalui akun media sosial X, Kawas menyampaikan kegembiraannya atas kemenangan tersebut. “We made history” atau “Kami telah mencetak sejarah,” tulisnya.
Usung Agenda Keadilan Sosial dan Hak Imigran
Dalam kampanyenya, Aber Kawas menggunakan slogan “Fund Dignity, Fight Destruction” yang berarti “Danai Martabat, Lawan Kehancuran”.
Slogan tersebut menggambarkan agenda politik yang ingin diperjuangkannya, mulai dari peningkatan layanan publik hingga perlindungan hak asasi manusia.
Melalui konsep “Fund Dignity”, Kawas mendorong penyediaan layanan kesehatan yang dapat diakses seluruh masyarakat, transportasi publik yang cepat dan andal, serta hunian dengan harga terjangkau.
Sementara itu, konsep “Fight Destruction” berfokus pada penanganan perubahan iklim, perlindungan hak-hak imigran, serta penolakan terhadap penggunaan anggaran pemerintah untuk membiayai perang.
Kawas merupakan anggota Democratic Socialists of America (DSA), organisasi politik progresif di Amerika Serikat.
Organisasi tersebut mendapatkan perhatian politik setelah salah satu anggotanya, Zohran Mamdani, memenangkan pemilihan wali kota New York pada 2025.
Pencalonan Kawas juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh politik progresif Amerika Serikat. Mereka di antaranya Wali Kota New York Zohran Mamdani, Senator Bernie Sanders, dan anggota Kongres Rashida Tlaib.
Lebih dari 15 Tahun Memperjuangkan Hak Masyarakat
Sebelum memasuki politik elektoral, Aber Kawas telah menghabiskan lebih dari 15 tahun untuk mengorganisasi gerakan masyarakat.
Perjuangannya mencakup pembelaan terhadap hak pekerja, komunitas imigran, serta hak-hak rakyat Palestina.
Pada 2023, Kawas bergabung dengan koalisi aktivis yang berupaya memanfaatkan jalur pemerintahan lokal untuk menghentikan aliran dana yang mendukung kebijakan Israel dan pendudukan wilayah Palestina.
Ia turut mengembangkan dan meluncurkan kampanye “Not On Our Dime”.
Kampanye tersebut bertujuan mendorong pelarangan terhadap organisasi nirlaba di New York yang menggunakan dana mereka untuk mendukung kelompok-kelompok yang terlibat dalam pendudukan ilegal wilayah Palestina.
Dalam gerakan tersebut, Kawas bekerja sama dengan Zohran Mamdani, yang saat itu masih menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York, serta Senator Negara Bagian Jabari Brisport.
Pada Mei 2023, mereka mendorong rancangan undang-undang bernama “Ending New York Funding of Israeli Settler Violence Act”.
Rancangan tersebut bertujuan menghentikan aliran dana dari New York yang digunakan untuk mendukung kekerasan pemukim Israel.
Namun, upaya tersebut gagal setelah menghadapi penolakan kuat dari sejumlah anggota parlemen.
Lahir dari Keluarga Imigran Palestina
Aber Kawas lahir dan besar di Brooklyn, New York. Ia berasal dari keluarga Palestina yang bermigrasi ke Amerika Serikat pada 1990-an.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga imigran membentuk pandangan politiknya, terutama mengenai perlindungan terhadap pendatang dan penegakan hak asasi manusia.
Salah satu agenda yang diperjuangkannya adalah mengakhiri kerja sama pemerintah Negara Bagian New York dengan Immigration and Customs Enforcement (ICE), lembaga federal Amerika Serikat yang bertugas menegakkan hukum imigrasi.
Kawas mendukung pengesahan New York For All Act. Rancangan kebijakan tersebut bertujuan melarang lembaga pemerintah negara bagian dan pemerintah lokal bekerja sama dengan otoritas federal dalam penegakan hukum imigrasi sipil.
Menurut Kawas, penahanan dan deportasi imigran tidak hanya berdampak terhadap orang yang ditangkap. Kebijakan tersebut juga dapat menghancurkan kehidupan keluarga yang ditinggalkan.
Karena itu, ia menilai persoalan imigrasi perlu dilihat dari dampak kemanusiaannya, bukan hanya sebagai persoalan hukum terhadap individu.
Ditangkap Saat Protes Kedatangan Benjamin Netanyahu
Aber Kawas juga dikenal terbuka dalam menyampaikan dukungan terhadap Palestina.
Pada September 2026, ia ditangkap bersama sejumlah aktivis dan politisi saat mengikuti aksi demonstrasi menentang kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke New York.
Netanyahu datang ke kota tersebut untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kawas kemudian dibebaskan.
Ia menyebut keterlibatannya dalam demonstrasi tersebut sebagai pengalaman penting. Dalam aksi itu, ia dapat berdiri bersama sejumlah pejabat dan politisi yang secara terbuka menyuarakan hak-hak rakyat Palestina.
Keterlibatannya memperlihatkan bahwa perjuangan terhadap isu Palestina tetap menjadi bagian dari aktivitas politik yang dijalaninya.
Tolak Teknologi Pengawasan Senilai 750.000 Dolar AS
Selain memperjuangkan hak imigran dan Palestina, Kawas juga menaruh perhatian terhadap perlindungan privasi masyarakat.
Ia menentang kesepakatan senilai 750.000 dolar AS antara Kepolisian New York (NYPD) dan perusahaan teknologi pengawasan asal Israel, Cognyte.
Kesepakatan tersebut berkaitan dengan pengembangan teknologi pelacakan telepon seluler berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kawas menilai teknologi tersebut berpotensi mengancam privasi warga New York. Menurutnya, sistem itu memungkinkan aparat kepolisian melacak aktivitas telepon seluler dan mengakses data sensitif tanpa pengawasan yang memadai.
Ia juga mengkritik praktik pengawasan terhadap komunitas Muslim, aktivis solidaritas Palestina, dan kelompok minoritas lainnya.
Penolakan dari berbagai organisasi hak sipil akhirnya mendorong NYPD membatalkan kesepakatan tersebut pada akhir Oktober 2026.
Kemenangan Aber Kawas Jadi Tonggak Baru Politik Amerika
Terpilihnya Aber Kawas sebagai anggota Senat Negara Bagian New York menandai perkembangan penting dalam keterwakilan komunitas Palestina-Amerika di pemerintahan Amerika Serikat.
Perjalanan politiknya dibangun melalui pengalaman panjang dalam gerakan masyarakat, advokasi hak pekerja, perlindungan imigran, serta perjuangan hak-hak rakyat Palestina.
Dukungan dari sejumlah tokoh progresif juga memperlihatkan adanya ruang politik bagi agenda keadilan sosial dan perlindungan kelompok minoritas.
Dengan kemenangan tersebut, Kawas memiliki kesempatan membawa berbagai agenda perjuangannya ke lembaga legislatif Negara Bagian New York.
Kehadirannya sekaligus menjadi pencapaian bersejarah bagi perempuan Palestina-Amerika berhijab dalam politik Amerika Serikat.



