Tuesday, March 5, 2024
HomeADVERTOTIALDISKOMINFO KALTIMDesa Tertinggal Di Kaltim Terus Berkurang, Andi Muhammad Ishak: Ini Capaian Luar...

Desa Tertinggal Di Kaltim Terus Berkurang, Andi Muhammad Ishak: Ini Capaian Luar Biasa

DEADLINE.CO.ID, SAMARINDA – Di masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor dan Wakil Gubernur, Hadi Mulyadi, Tahun 2021 jumlah desa tertinggal masih ada 54 desa. Namun di tahun ini jumlah desa tertinggal di Kaltim turun sebanyak 17 desa.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak saat menggelar Rapat Strategi Percepatan Pengentasan Desa Tertinggal. Di Ruang Rapat Tepian Kantor Gubernur Kaltim. Kamis 21 Juli 2022.

“Tahun 2021masih ada 54 desa tertinggal, namun di tahun ini berkurang 17 desa. Jadi desa tertinggal di Kaltim tinggal 34 desa. Ini adalah tugas kita bersama untuk terus mengangkat desa berkembang,” ungkap Andi Muhammad Ishak kepada awak media.

Tak hanya itu, Andi menuturkan Provinsi Kaltim terdiri dari 841 desa, 197 Kelurahan, dan 103 Kecamatan. Bahkan dari hasil pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022, Kaltim menunjukkan penambahan 49 desa berstatus mandiri dari IDM tahun 2021.

“Saat ini sudah ada 136 desa mandiri. Desa maju bertambah 37 desa dari tahun 2021 menjadi sebanyak 349 desa. Desa berkembang sebanyak 339 desa berkurang 48 desa dari tahun 2021,” jelasnya.

“Dan alhamdulillah tahun ini sudah tidak ada desa yang sangat tertinggal. Berkurang satu desa dari tahun 2021,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim H Syirajuddin mengungkapkan hasil bedah IDM pada 17 desa tertinggal itu menunjukkan beberapa permasalahan serupa. Di antaranya adalah indikator ketersediaan tenaga kesehatan (bidan, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya) yang masih belum terpenuhi. Kemudian juga soal jarak pusat layanan kesehatan itu dengan masyarakat.

“DPMPD ditargetkan sesuai IDM. Dari sini patokan hanya tiga yakni, pemenuhan sosial dasar, ekonomi, dan lingkungan ukurannya adalah antisipasi banjir, kebakaran hutan, jalur evakuasi, termasuk keberadaan papan nama peringatan pun harus tersedia,” beber Syirajuddin.

Tak hanya itu, Syirajuddin menambahkan berdasarkan data jaringan komunikasi yang dikumpulkan melalui tenaga pendamping profesional tahun 2022, masih terdapat sebanyak 509 titik desa blank spot dan 177 desa low signal.

“Sebanyak 831 desa telah tersalur di tahap 1 dan sebanyak 800 desa tersalur di tahap 2,” tandasnya. (Apri/adv/Kominfo)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments