Donald Trump Desak Arab Saudi Akui Israel, Klaim Iran Mulai Melemah Drastis

Deadline – Donald Trump desak Arab Saudi akui Israel menjadi sorotan utama dalam pidato penutupan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada KTT Future Investment Initiative (FII) Priority di Miami Beach, Florida, Jumat (27/3/2026). Pernyataan ini muncul di tengah konflik militer antara AS-Israel melawan Iran yang telah memasuki hari ke-29.

Dalam forum investasi yang didukung dana kekayaan negara Arab Saudi tersebut, Donald Trump memaparkan visi besar transformasi Timur Tengah pascamelemahnya kekuatan Iran. Ia secara tegas mendorong Arab Saudi untuk segera menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel melalui Abraham Accords.

Donald Trump dorong normalisasi Abraham Accords sebagai langkah strategis untuk menciptakan stabilitas kawasan. Menurutnya, momentum saat ini adalah waktu terbaik bagi Arab Saudi untuk mengakui Israel demi membangun perdamaian jangka panjang.

Donald Trump menyatakan bahwa kawasan Timur Tengah tengah mengalami perubahan besar. Ia optimistis masa depan kawasan akan lebih cerah setelah operasi militer yang dilakukan AS dan sekutunya melemahkan ancaman dari Teheran.

Ia juga menilai bahwa bergabungnya Arab Saudi dalam Abraham Accords akan membuka peluang kerja sama ekonomi yang luas. Selain itu, langkah tersebut dinilai penting untuk membangun jalur perdagangan strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa.

Operasi Epic Fury klaim lumpuhkan Iran menjadi dasar optimisme Trump. Operasi militer yang dimulai sejak 28 Februari 2026 itu diklaim telah menghancurkan sekitar 90 persen kemampuan rudal balistik dan drone Iran.

Baca  Iran Serukan Persatuan Umat Muslim: Pesan Keras Ali Larijani di Tengah Perang Iran vs AS-Israel

Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai upaya menyelamatkan stabilitas Timur Tengah, termasuk melindungi negara-negara Teluk dari serangan roket. Ia juga mengklaim lebih dari 140 kapal perang Iran telah dihancurkan untuk menjaga Selat Hormuz tetap aman bagi perdagangan global.

Meski operasi masih berlangsung, Donald Trump memberikan jeda serangan terhadap fasilitas energi Iran hingga 6 April 2026 sebagai bagian dari upaya membuka ruang negosiasi. Di sisi lain, ia mengkritik kontribusi negara-negara NATO yang dinilai belum maksimal dalam menjaga keamanan kawasan.

Ekonomi AS dan Timur Tengah diproyeksi melonjak setelah konflik mereda. Trump menekankan pentingnya investasi global untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi dan infrastruktur.

Ia mengajak para pelaku bisnis dunia untuk menanamkan modal di Amerika Serikat, yang menurutnya tetap menjadi pusat inovasi dan peluang ekonomi terbesar di dunia.

Sementara itu, jalur diplomasi terus berjalan. Utusan khusus AS, Steve Witkoff, mengonfirmasi bahwa Washington telah mengajukan proposal perdamaian 15 poin kepada Iran. Proposal tersebut mencakup penghentian total pengayaan uranium serta penyerahan material nuklir kepada pengawas internasional.

Negosiasi dilakukan secara tidak langsung dengan melibatkan pihak ketiga. Pemerintah AS menyatakan masih menunggu respons resmi dari Iran, namun optimistis kesepakatan dapat tercapai seiring posisi Iran yang semakin tertekan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER