Korban Protes Iran Tembus 5.002, Data HRANA Bongkar Skala Kekerasan

Deadline – Korban tewas akibat protes Iran mencapai 5.002 orang. Angka ini dirilis Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia atau HRANA yang berbasis di Amerika Serikat pada Kamis.

HRANA mencatat protes Iran telah berlangsung selama 26 hari. Selama periode itu, aparat menahan 26.752 orang di berbagai wilayah. Organisasi tersebut juga melaporkan 7.391 orang mengalami luka berat akibat tindakan represif di lapangan.

Protes Iran bermula pada 28 Desember. Aksi pertama muncul di Grand Bazaar Teheran. Pemicu utamanya adalah anjloknya nilai tukar rial Iran dan tekanan ekonomi yang makin parah bagi warga.

Gelombang protes Iran lalu menyebar ke banyak kota. Massa turun ke jalan menuntut perbaikan ekonomi dan menolak kebijakan pemerintah yang dinilai gagal melindungi daya beli masyarakat.

Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan. Pejabat Teheran menyebut adanya dukungan asing terhadap kelompok yang mereka labeli sebagai perusuh bersenjata. Kelompok ini dituduh melakukan serangan di ruang publik.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut menyoroti situasi Iran. Ia beberapa kali mengancam akan bertindak keras jika pengunjuk rasa dibunuh. Di sisi lain, Trump memuji langkah Teheran yang disebut membatalkan ratusan eksekusi yang sebelumnya dijadwalkan.

Data HRANA menunjukkan skala kekerasan protes Iran terus meningkat. Jumlah korban tewas, penangkapan massal, dan luka berat menjadi sorotan utama komunitas internasional terhadap krisis kemanusiaan di negara tersebut.

Baca  Festival Api Iran Jadi Simbol Perlawanan: Patung Trump dan Netanyahu Dibakar di Tengah Bayang-Bayang Perang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER