Deadline – Ketegangan antara Israel dan Spanyol semakin tajam. Benjamin Netanyahu resmi mengusir perwakilan Spanyol dari pusat koordinasi militer sipil yang mengawasi gencatan senjata di Gaza.
Keputusan ini memperlihatkan retaknya hubungan kedua negara. Langkah itu diambil setelah Spanyol terus menyuarakan kritik keras terhadap kebijakan Israel di Palestina.
Pusat koordinasi tersebut merupakan bagian dari rencana perdamaian 20 poin yang digagas Donald Trump. Fasilitas ini berada di Kiryat Gat dan diisi oleh perwakilan militer dari berbagai negara.
Netanyahu menegaskan sikap tegasnya. Ia menyatakan Israel tidak akan diam terhadap pihak yang menyerang atau merusak citra negaranya. Ia juga menyebut Spanyol telah berulang kali mengambil posisi yang menentang Israel.
Trump turut memperingatkan bahwa negara yang melancarkan tekanan diplomatik terhadap Israel akan menghadapi konsekuensi.
Spanyol Kian Keras Kritik Israel
Sikap Spanyol semakin terbuka dalam menentang kebijakan Israel. Pemerintah Spanyol mengkritik operasi militer Israel di Gaza, Tepi Barat, hingga Lebanon dan Iran.
José Manuel Albares menyebut konflik yang terjadi sebagai ancaman serius terhadap peradaban. Ia menilai tindakan Israel melanggar nilai kemanusiaan dan hukum internasional.
Menurut Albares, serangan udara Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 250 orang dalam satu hari. Ia juga menyoroti gencatan senjata yang baru berjalan dua minggu namun sudah dilanggar.
Sanchez Ambil Langkah Tegas
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez tampil sebagai salah satu pengkritik paling vokal. Ia bahkan menutup wilayah udara Spanyol bagi pesawat yang terlibat dalam konflik tersebut.
Sanchez juga mendesak Uni Eropa untuk menghentikan perjanjian asosiasi dengan Israel. Ia meminta agar tidak ada lagi impunitas terhadap tindakan yang ia sebut sebagai pelanggaran hukum.
Dalam pernyataannya, Sanchez menilai tindakan Netanyahu sebagai penghinaan terhadap kehidupan dan hukum internasional.
Aksi Protes Menguat di Spanyol
Gelombang protes muncul di dalam negeri Spanyol. Demonstrasi terjadi di Barcelona sebagai bentuk penolakan terhadap serangan Israel di Gaza.
Aksi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap Israel tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat sipil.
Situasi Kian Memanas
Pengusiran Spanyol dari pusat koordinasi Gaza memperburuk situasi diplomatik. Konflik tidak lagi terbatas pada militer, tetapi melebar ke ranah politik internasional.
Langkah ini berpotensi memengaruhi jalannya pengawasan gencatan senjata dan hubungan antarnegara di kawasan tersebut.



