Prabowo Tutup 3 Ribu Dapur MBG, Ribuan Penyedia Makan Gratis Kena Sanksi

Deadline – Program Makan Bergizi Gratis atau MBG milik Presiden Prabowo Subianto masih menghadapi banyak persoalan di lapangan. Pemerintah bahkan mengambil langkah tegas dengan menutup lebih dari 3 ribu dapur penyedia makanan karena dianggap tidak memenuhi standar operasional.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Prabowo saat menghadiri rapat paripurna DPR RI ke-19 pada pertengahan pekan ini. Dalam pidatonya, Prabowo mengakui pelaksanaan program MBG belum berjalan sempurna dan masih ditemukan berbagai kekurangan teknis.

“Kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3 ribu dapur,” kata Prabowo di hadapan anggota DPR RI.

Langkah penutupan dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap kualitas makanan dan tata kelola program nasional tersebut. Pemerintah ingin memastikan makanan yang diberikan kepada masyarakat benar-benar layak konsumsi dan sesuai prosedur.

Prabowo juga meminta seluruh pejabat pemerintah hingga kepala daerah ikut melakukan pengawasan langsung ke dapur-dapur MBG di berbagai wilayah. Ia mempersilakan anggota DPR, bupati, serta aparat terkait melakukan inspeksi mendadak apabila ditemukan dugaan pelanggaran.

Menurut Prabowo, laporan pelanggaran akan langsung ditindak melalui langkah hukum maupun sanksi administratif. Pemerintah disebut tidak ingin ada penyimpangan yang dapat merusak program makan gratis tersebut.

“Saya sudah minta para pejabat, dan saya persilakan anggota DPR, bupati, di mana-mana silakan periksa semua dapur, kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera akan segera kita tindak,” lanjutnya.

Baca Juga  Dugaan Negara Lakukan Pelanggaran HAM pada Demo Agustus 2025 Terbongkar

Di tengah evaluasi besar tersebut, pemerintah juga membeberkan capaian program MBG yang disebut telah menjangkau 62,4 juta penerima manfaat setiap hari di seluruh Indonesia.

Jumlah penerima itu terdiri dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, serta 868 ribu ibu hamil yang membutuhkan tambahan asupan gizi. Pemerintah menilai kelompok tersebut menjadi prioritas utama dalam program bantuan pangan nasional.

Tak hanya itu, pemerintah juga berencana memperluas penerima manfaat ke kelompok lanjut usia atau lansia yang hidup dalam kondisi ekonomi sulit. Tahap awal program itu ditargetkan menyasar sekitar 500 ribu lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan bantuan makanan bergizi setiap hari.

“Kita juga akan memberi MBG ke 500 ribu lansia yang tinggal sendiri, hidup sebatang kara dan yang membutuhkan makan bergizi,” ujar Prabowo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER