Deadline – Rudal klaster Iran menghantam jantung kota Tel Aviv, Israel, pada Kamis malam (6/3/2026). Serangan tersebut memicu kebakaran besar dan kerusakan material parah di sejumlah titik, termasuk di sekitar kawasan ibu kota dan fasilitas vital negara itu.
Laporan media Turki, Anadolu, mengutip siaran Channel 12 Israel yang menyebut pecahan rudal yang ditembakkan Iran jatuh di pusat kota Tel Aviv dan wilayah sekitarnya. Dampak ledakan membuat beberapa bangunan rusak berat dan memicu kebakaran yang terlihat dari berbagai sudut kota.
Saksi mata yang berbicara kepada Anadolu mengatakan setidaknya tiga lokasi di dalam dan di sekitar Tel Aviv mengalami kebakaran hebat setelah rudal menghantam kawasan tersebut. Api dan asap tebal dilaporkan membumbung tinggi, sementara petugas darurat berusaha memadamkan kebakaran dan mengevakuasi warga.
Serangan tersebut juga dilaporkan mengenai fasilitas penting. Pars Today yang mengutip Mehr News Agency menyebut sebagian area Bandara Ben Gurion di Tel Aviv terbakar setelah terkena hantaman rudal balistik Iran. Beberapa media Israel turut mempublikasikan foto dan video yang menunjukkan kobaran api serta kerusakan di area bandara.
Ketika serangan terjadi pada Kamis malam, sirene peringatan serangan udara berbunyi di seluruh Tel Aviv dan wilayah Israel bagian tengah. Pemerintah setempat segera menginstruksikan warga untuk masuk dan tetap berada di tempat perlindungan hingga situasi dinyatakan aman.
Surat kabar Haaretz melaporkan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan di wilayah tengah Israel. Dalam laporan itu disebutkan bahwa gelombang rudal yang datang pada Kamis malam digambarkan sangat parah.
Haaretz juga menyebut sistem pertahanan udara Israel bersama sistem militer Amerika Serikat gagal mencegat sejumlah rudal yang meluncur ke wilayah tersebut. Kegagalan intersepsi ini membuat sebagian rudal berhasil menghantam target di daratan.
Media Israel lainnya, Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa kegagalan sistem intersep memicu gelombang kepanikan di Tel Aviv. Banyak warga bergegas menuju bunker dan tempat perlindungan saat sirene berbunyi.
Serangan terbaru ini merupakan bagian dari rangkaian aksi militer Iran yang dimulai sejak Sabtu (28/2/2026). Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke Israel serta beberapa negara di kawasan Teluk sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pada Kamis malam (5/3/2026), Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC merilis video peluncuran rudal balistik Khorramshahr-4. Media Al Mayadeen melaporkan rudal dengan hulu ledak sekitar satu ton itu diarahkan menuju Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.
Beberapa jam setelah peluncuran, IRGC mengklaim rudal tersebut berhasil menghantam target. Pernyataan yang dikutip Palestine Chronicle menyebutkan rudal Khorramshahr-4 mengenai area bandara serta markas Angkatan Udara Israel yang berada di kompleks tersebut.
IRGC menyatakan serangan itu merupakan gelombang ke-19 dari Operasi Hanji Setia 4. Operasi ini disebut sebagai serangan rudal dan drone terkoordinasi yang menargetkan aset militer Israel dan Amerika Serikat.
Dalam klaim resminya, IRGC menyebut rudal Khorramshahr-4 berhasil menembus tujuh lapis sistem pertahanan udara Israel. Serangan tersebut disebut “menciptakan neraka bagi musuh” setelah menghantam area bandara dan fasilitas militer di sekitarnya.
Hingga kini, situasi keamanan di Tel Aviv dan wilayah Israel tengah masih tegang. Otoritas setempat terus meningkatkan kesiagaan militer sementara warga diminta tetap mengikuti instruksi keamanan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.



