UEA Tolak Wilayahnya Digunakan untuk Aksi Militer AS Menyerang Iran

Deadline – Uni Emirat Arab atau UEA secara resmi melarang penggunaan wilayah kedaulatannya untuk aksi militer apa pun yang menargetkan Iran. Sikap ini disampaikan langsung oleh Kementerian Luar Negeri UEA melalui pernyataan tertulis di media sosial pada Selasa.

UEA Menutup Akses Udara, Darat, dan Laut.

Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah udara, wilayah darat, maupun perairannya digunakan dalam tindakan militer yang bersifat memusuhi Iran. UEA juga menegaskan tidak akan memberikan dukungan logistik dalam bentuk apa pun.

UEA Dorong Dialog dan de-Eskalasi.

Dalam pernyataan yang sama, UEA menekankan bahwa dialog, de-eskalasi, kepatuhan terhadap hukum internasional, serta penghormatan terhadap kedaulatan negara menjadi jalan utama untuk meredakan krisis. Pendekatan diplomatik disebut sebagai prinsip tetap kebijakan luar negeri UEA.

Ketegangan AS dan Iran jadi Latar Belakang.

Pernyataan UEA muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir. Situasi ini memicu kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Arab Saudi Ambil Sikap Serupa.

Arab Saudi sebelumnya menyampaikan pernyataan sejalan. Riyadh menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah udara dan wilayah daratnya digunakan untuk menyerang Iran. Informasi ini disampaikan sumber yang dekat dengan militer Saudi kepada AFP.

Saudi beri sinyal langsung ke Teheran.

Menurut sumber tersebut, Arab Saudi telah menyampaikan langsung kepada Iran bahwa mereka tidak akan terlibat dalam tindakan militer apa pun yang menargetkan Teheran.

Baca  Gaza Memanas: Siswa Perempuan Tewas Ditembak Saat Belajar di Tenda

AS Siapkan Aksi Militer.

Di sisi lain, Amerika Serikat terus mengirim kekuatan militernya ke Timur Tengah. Presiden Donald Trump mengonfirmasi pengiriman kapal perang dan armada besar ke kawasan tersebut sebagai langkah antisipasi.

Gedung Putih sempat redam eskalasi.

Media UEA, Khaleej Times, melaporkan bahwa peluang aksi militer sempat menurun setelah Gedung Putih menyatakan Iran menghentikan rencana eksekusi terhadap demonstran. Namun, beberapa hari kemudian Trump menegaskan persiapan militer tetap berjalan.

Iran beri peringatan keras.

Seorang pejabat senior Iran menyatakan negaranya akan menganggap serangan apa pun sebagai perang habis-habisan. Pernyataan ini disampaikan menjelang kedatangan gugus tempur kapal induk AS dan aset militer lain di Timur Tengah.

Militer Iran dalam siaga penuh.

Pejabat tersebut menyebut Iran berharap penumpukan militer tidak berujung konfrontasi nyata. Namun, seluruh kekuatan pertahanan Iran disebut telah berada dalam kondisi kesiapan penuh untuk menghadapi skenario terburuk.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER