Viral! Copet di Tanah Abang Dipukuli Massa di Tengah Kerumunan Pasar

Deadline – COPET di TANAH ABANG menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan seorang pria dipukuli massa di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Peristiwa tersebut memicu perhatian warganet karena terjadi di salah satu pusat perdagangan terbesar di Indonesia yang setiap hari dipadati pengunjung.

Video yang beredar memperlihatkan seorang pria dikerumuni banyak orang di area pasar. Dalam rekaman tersebut, pria itu terlihat dipukuli dan diteriaki warga yang menuduhnya sebagai pelaku pencopetan. Situasi pasar yang ramai membuat kerumunan cepat terbentuk dan emosi massa sulit dikendalikan.

Peristiwa dugaan copet di Tanah Abang itu diketahui terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026. Setelah dipukuli, pria yang dituduh sebagai copet tersebut kemudian digiring oleh sejumlah warga menuju kantor sekuriti pasar untuk diamankan sementara.

Di lokasi, warga menyerahkan pria tersebut kepada petugas keamanan pasar. Tidak lama kemudian, pihak sekuriti menghubungi kepolisian agar kejadian tersebut dapat ditangani secara resmi oleh aparat berwenang.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlin Sumantri membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pria yang diamankan bernama Antoni mengaku datang ke Pasar Tanah Abang dengan membawa uang sebesar Rp65 ribu.

Menurut keterangan Antoni kepada petugas, ia datang ke pasar dengan tujuan sederhana, yakni membeli celana dalam. Ia kemudian berada di tengah kerumunan pengunjung yang padat saat kejadian berlangsung.

Baca  Pemilik Warung Remang-Remang di Subang Tewas Dipukul Pelanggan Setelah Tolak Ajakan Intim

Namun karena berada di tengah kerumunan dan gerak-geriknya dicurigai oleh beberapa orang, Antoni kemudian diteriaki sebagai copet oleh warga sekitar. Teriakan tersebut memicu reaksi spontan dari massa yang langsung melakukan pemukulan.

“Karena berada di kerumunan, sehingga dicurigai dan diteriaki copet hingga akhirnya dipukuli warga,” ujar Iptu Erlin saat memberikan keterangan.

Setelah diamankan di pos keamanan pasar, warga kemudian menghubungi polisi. Petugas yang datang ke lokasi langsung membawa Antoni ke Mako Polsek Metro Tanah Abang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih mendalami kejadian tersebut untuk memastikan apakah pria tersebut benar melakukan aksi pencopetan atau hanya menjadi korban kesalahpahaman di tengah keramaian pasar.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tindakan main hakim sendiri dapat berisiko dan berpotensi menimbulkan masalah hukum baru. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar segera melaporkan dugaan tindak kriminal kepada petugas, sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara profesional dan sesuai hukum yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER