Deadline – Timnas Voli Indonesia terus bergerak menuju regenerasi. Banyak pemain muda mulai masuk skuad utama. Namun, peran pemain senior belum bisa tergantikan.
Performa atlet tidak hanya soal teknik. Faktor usia ikut berpengaruh. Meski begitu, beberapa pemain senior Indonesia masih mampu tampil stabil di level tinggi.
Menurut legenda Timnas Voli Indonesia, Erwin Rusni, kehadiran pemain senior tetap penting. Mereka dibutuhkan untuk membimbing pemain muda dan menjaga mental tim saat bertanding.
Dalam waktu dekat, Timnas Voli Indonesia akan tampil di AVC Cup 2026 pada Juni. Komposisi skuad masih menjadi perbincangan.
Berikut enam pemain senior yang dinilai masih layak memperkuat Timnas.
1. Sigit Ardian, Senior Konsisten Sejak 2013
Sigit Ardian sudah memperkuat Timnas Voli Indonesia sejak SEA Games 2013. Ia terakhir tampil pada SEA Games 2022.
Usianya kini 33 tahun. Namun performanya masih stabil. Ia tetap aktif bermain di Proliga 2026 bersama Jakarta LavAni Livin Transmedia.
Pengalamannya panjang. Ia juga dikenal sebagai pemain yang mampu menjaga ritme permainan tim.
2. Muhammad Malizi, Prajurit dan Peraih Emas
Muhammad Malizi kini berusia 31 tahun. Ia juga berstatus prajurit TNI.
Malizi menjadi bagian Timnas Voli Indonesia saat meraih emas SEA Games 2022 dan 2023. Saat ini, ia bermain bersama Jakarta LavAni di Proliga 2026.
Pengalamannya di turnamen besar menjadi nilai tambah untuk tim.
3. Rivan Nurmulki, Opposite Terbaik Indonesia
Rivan Nurmulki tetap jadi andalan di posisi opposite. Usianya 30 tahun.
Hingga kini, belum ada pemain yang mampu menggeser posisinya. Ia masih dianggap sebagai pilihan utama di sektor tersebut.
Konsistensi performa menjadi alasan utama namanya tetap masuk hitungan.
4. Farhan Halim, Sayap Serang Berpengalaman
Farhan Halim masih dinilai layak memperkuat Timnas Voli Indonesia. Ia memiliki kemampuan menyerang dan pengalaman bertanding di level internasional.
Perannya penting untuk menjaga keseimbangan lini serang.
5. Doni Haryono, Spiker Andalan yang Teruji
Doni Haryono dikenal sebagai spiker yang kuat. Ia sudah lama menjadi bagian timnas.
Pengalamannya membuatnya mampu menghadapi tekanan pertandingan besar.
6. Dio Zulfikri, Pengatur Serangan yang Tenang
Dio Zulfikri berperan sebagai setter. Ia mampu mengatur tempo permainan dengan baik.
Ketenangannya di lapangan menjadi nilai penting, terutama saat tim berada dalam tekanan.
Peran Senior Masih Dibutuhkan
Regenerasi di tubuh timnas berjalan baik. Banyak pemain muda mulai mendapat kesempatan.
Namun, kehadiran pemain senior tetap krusial. Mereka berfungsi sebagai pemimpin di lapangan. Mereka juga menjadi contoh bagi pemain muda dalam menghadapi situasi sulit.
PBVSI kini dihadapkan pada keputusan penting. Menentukan kombinasi pemain muda dan senior untuk tampil di AVC Cup 2026.
Komposisi yang tepat akan menentukan hasil timnas di level Asia.



