Penyebar Iklan Haji Palsu Terbongkar, 3 Pelaku WNI Diciduk di Makkah

Deadline – Haji palsu menjadi pintu masuk penipuan yang menjerat korban. Tiga warga negara Indonesia ditangkap aparat keamanan di Makkah setelah memasang iklan haji palsu di media sosial. Penangkapan ini membuka praktik yang merugikan calon jemaah dan mencoreng kepercayaan publik.

Haji palsu ini terungkap dalam operasi yang dilaporkan kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, pada Rabu, 29 April 2026. Aparat menemukan sejumlah barang bukti di lokasi. Uang tunai diamankan. Peralatan komputer disita. Kartu identitas haji palsu juga ditemukan di tempat kejadian.

Penggerebekan dilakukan pada malam hari. Dalam sebuah ruangan, tiga WNI terlihat bersama perangkat komputer lengkap. Di sekitar mereka terdapat dokumen dan uang pecahan rupiah. Situasi ini menunjukkan aktivitas yang terorganisir, bukan tindakan spontan.

Video penangkapan beredar luas di media sosial melalui akun Instagram @saudinesia.id. Dalam keterangan video, disebutkan bahwa ketiganya diduga melakukan penipuan dan penggelapan. Modusnya jelas, yakni memasang iklan layanan haji yang menyesatkan untuk menarik korban.

Setelah penangkapan, ketiga tersangka langsung diserahkan ke Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut. Langkah ini menegaskan bahwa kasus haji palsu ditangani serius oleh otoritas setempat.

Arab Saudi memang menerapkan aturan ketat selama musim haji. Tahun ini, hanya jemaah dengan visa dan izin resmi yang boleh menjalankan ibadah. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran. Sistem ini dibuat untuk menjaga ketertiban dan keselamatan jutaan jemaah.

Baca Juga  Kejahatan Siber Berbasis di Indonesia Dibongkar FBI, Ribuan Korban Alami Kerugian Hingga Rp342 Miliar

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menetapkan sanksi tegas. Siapa pun yang mencoba berhaji tanpa izin resmi akan didenda SAR 20.000 atau sekitar Rp 92 juta. Pihak yang memfasilitasi haji ilegal menghadapi denda lebih besar, mencapai SAR 100.000 atau sekitar Rp 463 juta.

Keamanan Publik Arab Saudi mengimbau seluruh warga dan penduduk untuk mematuhi aturan resmi. Mereka juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan indikasi pelanggaran, termasuk praktik haji palsu yang menipu.

Kasus ini menjadi peringatan nyata. Di tengah harapan besar untuk beribadah, masih ada pihak yang memanfaatkan celah untuk keuntungan pribadi. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kewaspadaan menjadi kunci agar tidak menjadi korban berikutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER