Deadline – Kasus pembunuhan sadis terjadi di Baleendah. Seorang pria berinisial CS alias Gareng (41) nekat menghabisi nyawa HI, suami baru dari mantan istrinya sendiri.
Peristiwa pembunuhan sadis ini terjadi pada Sabtu, 25 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB di Kelurahan Jelekong. Korban tewas setelah ditikam menggunakan pisau dapur oleh pelaku.
Kapolsek Baleendah, Hendri Noki Rukmansyah, memastikan kasus ini merupakan pembunuhan. Polisi juga sudah menetapkan CS sebagai tersangka.
Motif Cemburu dan Sakit Hati
Hasil pemeriksaan awal mengungkap motif kuat di balik pembunuhan ini. Pelaku tidak terima mantan istrinya, LS, menikah lagi dengan korban.
LS diketahui telah menikah siri dengan HI sejak dua bulan lalu. Fakta ini memicu emosi pelaku hingga berujung aksi nekat.
“Pelaku tidak menerima perceraian dan pernikahan kembali mantan istrinya,” ujar Hendri dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).
Kronologi Berdarah di Kampung Bera
Insiden bermula saat pelaku mendatangi rumah kerabat LS di Kampung Bera. Ia mencari keberadaan mantan istrinya.
Namun saat itu, LS dan korban sedang berkunjung ke rumah saudara. Ketika korban hendak pulang, pelaku tiba-tiba muncul dan memanggilnya.
Pertemuan itu berubah menjadi cekcok. Situasi memanas dalam waktu singkat.
Tak lama kemudian, LS mendengar teriakan kesakitan. Saat ia mendatangi sumber suara, korban sudah tergeletak bersimbah darah.
Pelaku langsung kabur melalui gang sempit setelah melakukan penikaman.
Pelaku Ditangkap Saat Kabur
Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Pengejaran dilakukan hingga malam hari.
Pelarian pelaku berakhir di wilayah Manggahang sekitar pukul 23.30 WIB di hari yang sama.
“Kami amankan pelaku saat hendak melarikan diri,” kata Hendri.
Petugas juga menyita barang bukti berupa satu bilah pisau dapur dan pakaian yang dipakai pelaku saat kejadian.
Proses Hukum Berjalan
Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolsek Baleendah. Polisi masih mendalami kasus untuk melengkapi berkas perkara.
CS terancam hukuman berat atas perbuatannya yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.



