Amarah Jusuf Kalla ke Termul Meledak, PDIP Bongkar “Pengkhianatan” Lama Jokowi

Deadline – Ketegangan politik kembali memanas. Nama Jusuf Kalla dan Joko Widodo terseret dalam polemik baru yang melebar ke isu lama.

Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, langsung merespons amarah Jusuf Kalla. Ia menyinggung jejak hubungan politik yang disebut penuh “pengkhianatan”.

PDIP Tegas: Sudah Putus dengan Jokowi

Guntur Romli menyatakan partainya sudah tidak ingin lagi dikaitkan dengan Jokowi. Ia menegaskan status Jokowi sebagai mantan kader.

“PDIP sudah tutup buku. Tidak mau lagi membahas dan dikaitkan dengan Jokowi,” kata Guntur, Senin (20/4).

Pernyataan ini menegaskan jarak politik yang kini semakin lebar antara Jokowi dan partai yang dulu mengusungnya.

Daftar Nama yang Disebut “Dikhianati”

Guntur tidak berhenti di situ. Ia menyebut sejumlah tokoh yang dinilai pernah berkontribusi pada karier Jokowi.

Nama-nama itu antara lain:

  • Megawati Soekarnoputri
  • Hasto Kristiyanto
  • Ganjar Pranowo
  • Pramono Anung
  • Tri Rismaharini
  • Andika Perkasa
  • Basuki Tjahaja Purnama

Ia juga menyebut tokoh di luar PDIP seperti:

  • Anies Baswedan
  • Tom Lembong

Menurutnya, mereka semua punya peran penting dalam perjalanan politik Jokowi.

“Kontribusi besar dibalas pengkhianatan,” ujar Guntur.

Jusuf Kalla Buka Peran Lama, Singgung Awal Karier Jokowi

Polemik ini berawal dari pernyataan Jusuf Kalla yang menyebut dirinya berperan besar dalam membawa Jokowi ke panggung nasional.

Ia mengaku sebagai sosok yang mendorong Jokowi maju di Pilgub DKI Jakarta 2012.

Baca  Rokok Ilegal Disikat: Bayar Cukai atau Tutup Permanen

Menurut JK, ia yang memperkenalkan Jokowi kepada Megawati hingga akhirnya disetujui sebagai calon gubernur.

“Jokowi jadi Presiden karena saya. Tanpa jadi gubernur, tidak mungkin jadi Presiden,” kata JK dalam pernyataannya.

Pernyataan ini muncul di tengah isu ijazah yang menyeret nama Jokowi dan memicu polemik baru.

Alasan JK Akhirnya Bicara Terbuka

Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, menjelaskan latar belakang pernyataan tersebut.

Ia menyebut Jusuf Kalla selama ini kerap dituding tidak tahu balas budi karena pernah menjadi wakil presiden Jokowi pada 2014.

Menurut Husain, Jusuf Kalla sudah lama menahan diri sebelum akhirnya membuka peran tersebut ke publik.

Ia juga menegaskan bahwa pencalonan JK sebagai wakil presiden bukan keputusan Jokowi.

Keputusan itu datang langsung dari Megawati, yang saat itu mensyaratkan JK sebagai pendamping Jokowi dalam Pilpres 2014.

Respons Jokowi: “Saya Bukan Siapa-Siapa”

Jokowi menanggapi santai pernyataan JK. Ia merendahkan diri saat ditanya soal klaim tersebut.

“Saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” kata Jokowi.

Pernyataan singkat ini tidak meredakan polemik. Justru, perdebatan publik semakin melebar.

Konflik Lama, Babak Baru

Isu ini menunjukkan hubungan lama yang kini berubah menjadi konflik terbuka.

Dari peran awal di Pilgub DKI 2012 hingga Pilpres 2014, banyak tokoh terlibat dalam perjalanan politik Jokowi.

Kini, narasi yang muncul bukan lagi soal kerja sama, tetapi soal klaim peran dan rasa dikhianati.

Baca  Protes NasDem ke Tempo Memanas, Redaksi Tegaskan Sudah Sesuai Etika Jurnalistik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER