Deadline – Penikaman Nus Kei terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan. Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, tewas setelah ditikam orang tak dikenal di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu 19 April.
Peristiwa ini terjadi di pintu keluar bandara, Kecamatan Kei Kecil, sekitar pukul 11.25 WIT. Nus Kei baru saja tiba dari Jakarta. Saat keluar dari area bandara, pelaku langsung menyerang menggunakan pisau.
Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, menyebut serangan berlangsung cepat. Pelaku menusuk korban lalu melarikan diri dari lokasi.
Nus Kei mengalami luka serius. Keluarga sempat membawa korban ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawa korban tidak tertolong.
Penangkapan Cepat Kurang dari Dua Jam
Polisi bergerak cepat setelah kejadian. Dalam waktu kurang dari dua jam, dua terduga pelaku berhasil diamankan.
Keduanya berinisial HR (28) dan FU (36). Saat ini, keduanya menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Maluku Tenggara.
Polisi belum mengungkap motif penyerangan. Penyidik masih mendalami latar belakang dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Golkar Maluku Bereaksi Keras
DPD Partai Golkar Maluku menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Ketua DPD Golkar Maluku, Umar Lessy, menilai insiden ini sebagai ancaman serius bagi stabilitas daerah.
Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan di Maluku Tenggara.
Enam Sikap Resmi Golkar Maluku
Golkar Maluku menyampaikan enam sikap resmi:
- Mengutuk keras penikaman sebagai tindakan melawan hukum.
- Meminta kader menahan diri dan tidak terpancing emosi.
- Mendesak polisi mengusut tuntas kasus secara transparan.
- Mengajak tokoh masyarakat menjaga keamanan dan tidak menyebar informasi belum pasti.
- Meminta seluruh struktur partai tetap solid dan menyerahkan kasus ke aparat.
- Menegaskan komitmen menjaga demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum.
Situasi Dijaga Tetap Kondusif
Polda Maluku mengimbau masyarakat tidak terpengaruh isu liar. Aparat memastikan penanganan kasus berjalan profesional dan terbuka.
Kasus penikaman Nus Kei menjadi perhatian luas karena terjadi di ruang publik dan melibatkan tokoh politik daerah. Polisi masih terus mendalami motif di balik serangan ini.



