2 Perempuan Kendalikan Sabu 5 Kg di Makassar Diburu Bareskrim Polri, Jaringan Terbongkar

Deadline – Kasus sabu 5 kilogram di Makassar membuka fakta baru. Dua perempuan diduga menjadi otak di balik peredaran narkotika tersebut. Aparat dari Bareskrim Polri kini memburu keduanya.

Pengungkapan ini bermula dari operasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Polisi menyita sabu seberat 5 kilogram. Nilai ekonominya diperkirakan mencapai Rp 9,06 miliar. Barang haram itu berpotensi merusak lebih dari 25 ribu jiwa.

Di balik kasus ini, muncul dua nama. Indriati (32) dan Nasrah (29). Keduanya diduga sebagai pengendali jaringan. Polisi menyebut peran mereka sangat penting karena mengatur alur distribusi dari pemasok ke kurir lapangan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, memastikan keduanya adalah residivis. Mereka pernah menjalani hukuman di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa. Indriati bahkan masih dalam masa pembebasan bersyarat.

Polisi sudah menetapkan keduanya sebagai buronan. Indriati masuk daftar pencarian orang dengan nomor DPO/63/IV/2026. Nasrah tercatat dengan nomor DPO/62/IV/2026. Surat itu ditandatangani oleh Handik Zusen yang memimpin penyidikan.

Ciri-ciri fisik keduanya juga telah dirilis. Indriati dan Nasrah sama-sama memiliki tinggi sekitar 150 sentimeter. Rambut hitam lurus, mata sipit, kulit sawo matang, dan bibir tidak terlalu tebal. Polisi meminta masyarakat melapor jika mengetahui keberadaan mereka.

Kasus ini terungkap setelah penangkapan kurir, M Yusran Aditya (41). Ia diamankan di wilayah Tallo sekitar pukul 00.50 Wita. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat dan melakukan penyelidikan intensif.

Baca  Uang Palsu Rp620 Juta Berhasil Diamankan Polisi dalam Kamar Hotel di Bogor

Tim kemudian membuntuti pergerakan Yusran. Ia diketahui mengambil sabu dari wilayah Pinrang dan Sidenreng Rappang. Barang itu lalu dibawa ke Makassar untuk diedarkan.

Pengembangan kasus membawa polisi ke rumah orang tua tersangka. Di lokasi itu, ditemukan satu kardus berisi lima bungkus teh China bertuliskan “Guanyinwang”. Paket tersebut diduga berisi sabu dengan total berat sekitar 5 kilogram.

Polisi menilai pengungkapan ini baru awal. Jaringan yang dikendalikan dua perempuan tersebut diduga terhubung lintas daerah. Aparat kini memperketat pengawasan di sejumlah titik untuk mencegah pelaku melarikan diri.

Perburuan terus dilakukan. Polisi melibatkan berbagai tim untuk menangkap kedua buronan dan membongkar jaringan yang lebih besar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER