Deadline – Dugaan pencabulan terhadap sembilan siswi sekolah dasar oleh seorang oknum guru agama menggemparkan warga Desa Bekukul, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Peristiwa tersebut memicu kemarahan ratusan warga dan orangtua murid yang mendatangi SD Negeri 107407 Rimo Mungkur pada Selasa (27/10/2026). Mereka meminta agar guru yang diduga terlibat segera diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Guru berinisial MJH (36) nyaris menjadi sasaran amukan massa. Situasi di lingkungan sekolah sempat mencekam karena warga tidak dapat menerima informasi mengenai dugaan pelecehan seksual terhadap anak-anak tersebut.
Untuk mencegah aksi main hakim sendiri, MJH terpaksa diamankan di ruangan kepala sekolah selama beberapa jam hingga petugas kepolisian tiba.
Petugas gabungan dari Pemerintah Kecamatan Namorambe, Polsek Namorambe, dan Koramil setempat kemudian turun tangan untuk mengendalikan situasi dan menenangkan warga.
Setelah petugas Polresta Deli Serdang tiba, MJH akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sembilan Siswi dari Kelas 1 hingga 6 Diduga Menjadi Korban
Kasus dugaan pencabulan ini menjadi perhatian serius karena jumlah korban sementara yang terdata mencapai sembilan siswi.
Berdasarkan informasi awal kepolisian, para siswi tersebut berasal dari beberapa tingkatan kelas, mulai kelas 1 hingga kelas 6 sekolah dasar. Artinya, seluruh anak yang diduga menjadi korban masih berusia di bawah umur.
Penanganan perkara kini berada di tangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Deli Serdang.
Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol Muhammad Isral, membenarkan bahwa MJH telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Penyidik masih mendalami keterangan terduga pelaku, mengumpulkan bukti, serta menelusuri informasi mengenai dugaan tindakan yang dilaporkan.
“Sekarang masih kita periksa dan dalami. Hari ini kita laksanakan gelar perkara untuk menentukan status hukumnya apakah dinaikkan menjadi tersangka,” ujar Kompol Isral.
Dengan demikian, MJH belum dinyatakan sebagai tersangka. Penetapan status hukumnya masih menunggu hasil pemeriksaan dan gelar perkara oleh penyidik.
Dinas Pendidikan Nonaktifkan Guru yang Diduga Terlibat
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang turut mengambil langkah menyikapi dugaan kasus yang melibatkan tenaga pendidik tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, A. Fitriyan Syukri, mengatakan MJH telah diberhentikan sementara dari kegiatan mengajar.
Guru berstatus honorer yang diketahui telah tersertifikasi itu juga terancam diberhentikan secara permanen apabila hasil pemeriksaan hukum menguatkan dugaan pelanggaran yang dilaporkan.
“Kita lihat perkembangan hasil pemeriksaan hukumnya untuk langkah pemecatan permanen. Pelaku sudah diproses hukum,” jelas Syukri.
Langkah tersebut merupakan tindakan administratif dari pemerintah daerah sembari menunggu perkembangan proses hukum yang ditangani kepolisian.
Sembilan Anak Disiapkan Pendampingan Psikologis
Selain mendorong penanganan hukum, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang juga menyiapkan pendampingan bagi anak-anak yang diduga menjadi korban.
Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Deli Serdang untuk melakukan pendalaman dan memberikan pendampingan psikologis.
“Sementara bagi anak-anak yang menjadi korban, saat ini sedang dilakukan pendalaman serta pendampingan psikologis bersama Dinas P3AP2KB dan Dinas Pendidikan,” sambung Syukri.
Pendampingan tersebut penting untuk membantu anak-anak menghadapi dampak psikologis dari peristiwa yang diduga mereka alami.
Perlindungan identitas para siswi juga harus menjadi perhatian agar mereka tidak mengalami tekanan sosial, stigma, maupun trauma tambahan.
Video Pengepungan Sekolah Viral di Media Sosial
Peristiwa kedatangan ratusan warga ke SD Negeri 107407 Rimo Mungkur turut menjadi perhatian publik setelah sejumlah rekamannya beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar, lingkungan sekolah terlihat dipenuhi warga dan orangtua murid. Mereka datang untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan tindakan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru tersebut.
Masyarakat mendesak kepolisian mengusut perkara ini secara menyeluruh, termasuk memastikan jumlah korban dan mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.
Kasus ini juga menjadi peringatan penting mengenai perlunya pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan kemampuan. Karena itu, setiap dugaan kekerasan seksual di lingkungan sekolah harus ditangani secara serius, profesional, dan berpihak pada perlindungan korban.
Hingga pemeriksaan berlangsung, status hukum MJH masih menunggu hasil gelar perkara. Kepolisian diharapkan dapat mengungkap perkara tersebut secara tuntas dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.




