Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya Melenceng: 70 Persen Penerima Orang Kaya

Deadline – Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya yang digulirkan Pemerintah Kota Surabaya terbukti tidak tepat sasaran. Hasil evaluasi internal Pemkot menunjukkan sekitar 70 persen penerima bantuan bukan berasal dari keluarga miskin dan pra-miskin.

Temuan ini muncul di tengah perluasan program pada tahun 2026. Program tersebut kini bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri, swasta, hingga lembaga pendidikan lain.

Beasiswa Pemuda Tangguh sejak awal ditujukan bagi mahasiswa ber-KTP Surabaya. Sasaran utama adalah keluarga Desil 1 hingga 5 atau kategori miskin dan pra-miskin.

Dalam skema bantuan, Pemkot Surabaya memberikan biaya pendidikan maksimal Rp2.500.000 per semester. Penerima juga mendapat uang saku Rp300.000 per bulan selama 10 bulan.

Pelaksana Tugas Kepala Disbudporapar Surabaya, Heri Purwadi, membenarkan adanya ketidaktepatan sasaran. Ia menegaskan bahwa bantuan pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Heri menyebut pesan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sangat jelas. Bantuan pendidikan tidak boleh bersifat kapitalis dan harus tepat sasaran.

Hasil evaluasi menunjukkan banyak penerima berasal dari jalur mandiri. Jalur ini selama ini identik dengan mahasiswa dari keluarga mampu karena adanya kewajiban membayar uang gedung.

Menurut Heri, laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti oleh Wali Kota. Proses pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi ekonomi penerima bantuan.

Verifikasi Pemkot menemukan fakta mencolok. Sejumlah penerima memiliki penghasilan orang tua jauh di atas kriteria keluarga miskin. Bahkan, gaji yang dilaporkan mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan.

Baca Juga  Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan SPPG, KPK Soroti Lemahnya Tata Kelola

Fakta tersebut dinilai bertentangan dengan tujuan Program Beasiswa Pemuda Tangguh. Jalur mandiri dengan beban uang gedung dianggap sebagai indikator kuat kemampuan ekonomi keluarga.

Heri menyebut Wali Kota Eri Cahyadi bereaksi keras atas temuan ini. Ketidaktepatan sasaran dinilai mencederai prinsip keadilan sosial dalam penyaluran bantuan.

Pemkot Surabaya kini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh penerima Beasiswa Pemuda Tangguh tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang membutuhkan.

Bantuan pendidikan akan dihentikan bagi penerima dari keluarga mampu. Dana tersebut akan dialihkan kepada mahasiswa dari keluarga miskin dan pra-miskin.

Pemkot menegaskan program beasiswa harus memberi manfaat luas. Bantuan tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang yang sebenarnya mampu secara ekonomi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER