Deadline – Ramadan Berdarah kembali menjadi sorotan dunia setelah serangkaian konflik dan operasi militer besar terjadi pada bulan suci umat Islam tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, Ramadan kerap diwarnai ketegangan serius di kawasan Timur Tengah, mulai dari bentrokan di tempat suci hingga serangan militer berskala besar.
Ramadan Berdarah bukan hanya sekadar istilah. Sejumlah analis mencatat bahwa periode ibadah ini sering bertepatan dengan meningkatnya eskalasi konflik, terutama di wilayah Palestina dan sekitarnya. Faktor religius, politik, dan keamanan disebut saling bertemu dalam waktu yang sama sehingga menciptakan situasi yang sangat sensitif.
Menurut tulisan analis Turki Taha Kilinic di media Turki Yeni Safak, salah satu penyebab utama meningkatnya ketegangan adalah berkumpulnya ribuan hingga ratusan ribu umat Muslim di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, selama Ramadan. Kerumunan besar tersebut membuat kawasan menjadi sangat sensitif sehingga gesekan kecil saja dapat dengan cepat memicu bentrokan.
Selain itu, Yerusalem khususnya kompleks Al-Aqsa memiliki makna religius dan politik yang sangat tinggi bagi berbagai pihak. Setiap kebijakan keamanan, pembatasan akses, atau operasi aparat di kawasan tersebut sering dipersepsikan sebagai provokasi yang berpotensi memicu konflik lebih luas.
Para analis juga menilai bahwa Ramadan memiliki dimensi emosional yang sangat kuat bagi umat Muslim di seluruh dunia. Karena itu, setiap operasi militer yang terjadi pada periode ini cenderung menimbulkan reaksi yang lebih besar dibandingkan waktu lainnya.
Dalam perspektif militer dan geopolitik, kondisi tersebut sering disebut sebagai psychological timing. Serangan yang dilakukan saat bulan suci dapat memberikan tekanan moral terhadap lawan sekaligus memicu dampak psikologis yang luas di tingkat regional maupun global.
Berikut sejumlah peristiwa besar yang tercatat terjadi saat Ramadan dalam beberapa tahun terakhir:
Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran (Februari–Maret 2026)
Pada 28 Februari hingga awal Maret 2026 dilaporkan terjadi kampanye serangan udara dan operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran. Serangan menyasar kota-kota besar seperti Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah.
Laporan awal menyebut korban tewas berkisar antara 555 hingga 787 orang. Pada hari yang sama, sebuah serangan rudal juga menghantam sekolah dasar putri Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan. Sekitar 180 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut dan sebagian besar korban adalah anak-anak.
Serangan tersebut mengguncang dunia internasional karena dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat penting Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Eskalasi Serangan di Gaza (Maret 2025)
Ketegangan meningkat tajam di Jalur Gaza pada Maret 2025. Pada 18 Maret 2025 terjadi serangan militer besar yang menewaskan lebih dari 330 orang dan melukai lebih dari 440 lainnya.
Sebelumnya, dalam periode 11 hingga 17 Maret 2025, operasi militer lain dilaporkan menewaskan 116 orang dan melukai 149 orang. Dalam periode yang sama, serangan terhadap sebuah organisasi amal di Beit Lahia juga menewaskan sembilan orang.
Serangan Awal Ramadan di Gaza (Maret 2024)
Pada 11 hingga 12 Maret 2024, serangan udara Israel menargetkan kompleks bawah tanah Hamas di Nusseirat, Gaza Tengah. Dalam rangkaian operasi pada awal Ramadan tersebut dilaporkan 67 orang tewas dan 106 lainnya mengalami luka-luka.
Penyerbuan Kompleks Al-Aqsa (April 2023)
Ketegangan meningkat ketika polisi Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada malam hari. Aparat menggunakan granat kejut, gas air mata, serta tongkat untuk membubarkan jamaah.
Insiden tersebut menyebabkan puluhan orang terluka dan sekitar 400 warga Palestina ditangkap.
Bentrokan dan Serangan Udara Israel (April 2022)
Pada 29 April 2022, bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di kompleks Al-Aqsa menyebabkan sedikitnya 42 orang terluka.
Beberapa hari sebelumnya, pada 22 April 2022, aparat Israel juga melakukan penggerebekan ke kompleks masjid menggunakan gas air mata yang ditembakkan dari drone. Sehari sebelumnya, 21 April 2022, Israel melancarkan serangan udara ke fasilitas bawah tanah di Gaza Tengah.
Kerusuhan Al-Aqsa (Mei 2021)
Pada 7 Mei 2021 terjadi bentrokan besar di kompleks Al-Aqsa ketika polisi Israel menggunakan granat kejut, gas air mata, dan peluru karet terhadap jamaah Palestina. Lebih dari 300 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Operasi Protective Edge (Juli–Agustus 2014)
Perang Gaza yang dikenal sebagai Operasi Protective Edge juga berlangsung saat Ramadan 2014. Operasi militer intensif yang dilakukan Israel di Jalur Gaza tersebut menyebabkan ratusan anak Palestina tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.
Invasi Militer Israel di Tepi Barat (2002)
Pada Ramadan 2002, pasukan Israel melakukan invasi militer ke sejumlah kota Palestina seperti Bethlehem, Jenin, dan Nablus. Laporan organisasi hak asasi manusia menyebut sedikitnya tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam operasi tersebut.
Serangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Ramadan sering kali menjadi periode sensitif dalam konflik Timur Tengah. Kombinasi faktor religius, politik, dan keamanan membuat setiap insiden berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.


