Gibran Ditinggal Prabowo 2029? PAN, PKB, Golkar Ikut-Ikutan

Deadline – Gibran Rakabuming Raka berpotensi tidak lagi mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2029. Isu ini mencuat setelah sejumlah partai politik secara terbuka menyatakan dukungan kepada Prabowo untuk maju dua periode, namun tidak menyebut nama Gibran sebagai calon wakil presiden.

Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat Wakil Presiden RI periode 2024–2029, baru satu tahun mendampingi Prabowo memimpin pemerintahan Kabinet Merah Putih. Namun, wacana Pilpres 2029 sudah menghangat lebih cepat dari perkiraan.

Sorotan tajam muncul karena partai-partai dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus ramai-ramai menyatakan dukungan kepada Prabowo, tetapi tidak secara eksplisit memasukkan nama Gibran dalam paket pencalonan berikutnya.

Jokowi Santai Hadapi Isu Gibran

Ketua Umum Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden), Willem Frans Ansanay, mengungkap respons Joko Widodo terkait kemungkinan putra sulungnya tidak lagi dipasangkan dengan Prabowo.

Menurut Frans, Jokowi bersikap santai dan menganggap dinamika tersebut sebagai hak politik masing-masing partai.

“Pak Jokowi biasa-biasa saja. Santai. Itu hak politik partai,” ujar Frans dalam program Kompas Petang yang tayang di kanal YouTube KompasTV Jateng, Senin (16/2/2026).

Frans menegaskan, Jokowi tidak mempermasalahkan jika partai ingin mengusung kadernya sendiri sebagai calon wakil presiden. Dalam sistem demokrasi, hal itu dinilai wajar.

PSI Konsisten Usung Prabowo-Gibran

Di tengah spekulasi tersebut, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi satu-satunya partai yang secara tegas menyatakan komitmen mendukung pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode.

Baca  Merger Partai NasDem–Gerindra Mengemuka: Usulan Prabowo Picu Tarik Ulur Politik

Ketua DPP PSI, Dedek Prayudi atau Uki, menyebut sikap partainya tidak berubah. PSI tetap mengusung Prabowo-Gibran untuk Pilpres 2029.

Menurut Uki, keputusan itu berawal dari arahan Jokowi dan sudah diamini oleh seluruh struktur partai hingga ke tingkat kader.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang Rapat Kerja Nasional PSI yang digelar di Makassar pada 29–31 Januari 2026.

PAN Dukung Prabowo, Zulhas Muncul

Dari Partai Amanat Nasional (PAN), dukungan kepada Prabowo dinyatakan tegas.

Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, memastikan partainya mendukung Prabowo maju kembali pada 2029. Bahkan, ia secara pribadi mendorong Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo.

Eddy menilai penghapusan presidential threshold membuka peluang bagi partai untuk mengusung kader terbaiknya. Meski demikian, keputusan resmi paket capres-cawapres PAN disebut masih menunggu dinamika politik ke depan.

Namun satu hal yang ditekankan Eddy: dukungan PAN untuk Prabowo sudah final.

PKB Puas, Cawapres Belum Dibahas

Sikap serupa datang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, menyatakan partainya puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo dan siap mendukung dua periode.

Namun ketika ditanya soal calon wakil presiden, Cak Imin menegaskan belum ada pembahasan. Artinya, nama Gibran belum tentu otomatis masuk dalam paket dukungan tersebut.

Golkar Sebut Prabowo yang Terbaik

Dukungan juga datang dari Partai Golkar.

Baca  Reshuffle Kabinet Menguat, Istana Buka Suara: “Tunggu Saja”

Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menyebut Prabowo sebagai sosok terbaik untuk kembali maju pada 2029. Ia bahkan menyinggung latar belakang Prabowo sebagai kader dan alumni Golkar.

Namun, pernyataan dukungan itu juga tidak secara eksplisit memasukkan Gibran sebagai calon wakil presiden.

Gerindra Belum Bahas Cawapres

Dari internal Partai Gerindra, Sekjen Gerindra, Sugiono, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak kepada Prabowo.

Meski begitu, Gerindra menegaskan belum membuka pembicaraan mengenai calon wakil presiden untuk Pilpres 2029.

Artinya, hingga saat ini belum ada kepastian apakah Gibran akan kembali dipasangkan atau tidak.

Bara JP: Terlalu Dini Bicara 2029

Frans menyebut manuver cepat partai-partai politik di luar ekspektasi relawan Bara JP.

Menurutnya, seharusnya partai koalisi fokus lebih dulu menyelesaikan prioritas program pemerintahan Prabowo-Gibran sebelum berbicara soal pencalonan 2029.

Bara JP menilai pembahasan capres-cawapres terlalu dini, mengingat pemerintahan saat ini baru berjalan satu tahun.

Peta Politik 2029 Mulai Terbuka

Dari rangkaian pernyataan partai politik, terlihat satu pola jelas: dukungan kepada Prabowo kuat dan terbuka.

Namun posisi Gibran belum mendapat dukungan eksplisit dari mayoritas partai koalisi, kecuali PSI.

Situasi ini membuka ruang spekulasi bahwa konfigurasi pasangan Pilpres 2029 masih sangat dinamis. Hak politik partai menjadi faktor penentu, sementara Jokowi disebut tidak mempermasalahkan kemungkinan perubahan pasangan.

Pilpres 2029 memang masih tiga tahun lagi. Tetapi manuver politik sudah mulai membentuk peta baru kekuatan nasional.

Baca  Ajakan Turunkan Presiden Prabowo Bukan Makar, Saiful Mujani Tegas Sebut Ini Hak Politik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER