Sosok Anisa Florensia Terjerat Kehidupan Malam dan Narkoba, Kini Jadi Otak Pembunuhan Eks Mertua

Deadline – Kehidupan Anisa Florensia Tumanggor berubah dalam waktu singkat. Dari menantu yang hidup nyaman di Rumbai, Pekanbaru, ia kini menjadi tersangka utama pembunuhan terhadap mertuanya sendiri, Dumaris Boru Sitio.

Anisa Florensia menikah dengan Arnold Meha pada 2022. Arnold adalah anak pertama dari pasangan Dumaris Sitio dan Salmon Meha. Ia dikenal sebagai sosok berkebutuhan khusus. Meski begitu, keluarga ini hidup berkecukupan dan terpandang.

Status sebagai menantu keluarga berada membuat Anisa Florensia tampil percaya diri. Ia kerap membagikan gaya hidup mewah di media sosial. Foto-foto itu memperlihatkan kehidupan yang tampak sempurna.

Namun di balik itu, muncul perubahan besar. Lingkaran pertemanan lama mulai memengaruhi arah hidupnya. Komunikasi intens dengan Lisbet Barasa, teman SMP, menjadi titik awal.

Lisbet bekerja di dunia hiburan malam di Medan. Ia juga terjerat narkoba bersama suami sirinya, Erwandi alias Iwan. Dari sinilah Anisa mulai masuk ke lingkungan yang berbeda.

Pada 2023, Anisa Florensia meninggalkan rumah mertuanya. Ia memilih tinggal di Medan bersama Lisbet. Di sana, ia bekerja di SPA dan hiburan malam. Ia juga berkenalan dengan Selamat alias Amat, rekan Erwandi.

Hubungan Anisa Florensia dengan Selamat semakin dekat. Mereka bahkan menjalin hubungan siri. Kehidupan lama Anisa semakin jauh ditinggalkan.

Keempat orang ini kemudian terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Ketergantungan membuat mereka kesulitan secara finansial. Mereka mulai mencari cara cepat untuk mendapatkan uang.

Baca Juga  Korupsi Tol Medan–Binjai Kembali Memanas, Kejati Geledah BPN Sumut dan Medan

Rencana kejahatan pun muncul. Lisbet diduga mengusulkan ide merampok rumah keluarga Arnold di Rumbai yang dianggap memiliki banyak uang.

Aksi pertama terjadi pada 8 April 2026. Anisa dan Selamat mencuri Rp4 juta dari rumah tersebut saat hanya Arnold berada di dalam. Uang itu menjadi awal dari rencana yang lebih besar.

Pada 25 April 2026, mereka kembali ke Pekanbaru. Mereka menginap di hotel melati di Jalan Riau. Selama beberapa hari, mereka memantau kondisi rumah korban.

Rencana berubah. Dari sekadar perampokan menjadi pembunuhan terhadap seluruh penghuni rumah.

Tanggal 29 April menjadi hari eksekusi. Anisa menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu di Jalan Sudirman. Setelah itu, mereka menuju rumah.

Anisa dan Lisbet masuk lebih dulu dengan alasan silaturahmi. Situasi dibuat seolah normal. Beberapa saat kemudian, Selamat masuk dengan alasan menagih ongkos taksi online.

Ia membawa balok kayu dari hotel. Tanpa banyak kata, ia menghantam dada dan kepala Dumaris Sitio yang sedang duduk di ruang tamu. Korban tewas di tempat.

Anisa Florensia

Jasad korban kemudian diseret ke kamar mandi. Kamera CCTV dirusak untuk menghilangkan jejak.

Arnold yang tiba di rumah kemudian diajak pergi. Para pelaku sempat merencanakan pembunuhan terhadapnya juga. Namun rencana itu gagal.

Di wilayah Minas, Siak, para pelaku panik. Arnold tidak jadi dibunuh. Ia diberi uang Rp50 ribu dan diminta pulang sendiri.

Baca Juga  Rakyat Takut Bicara Politik di Era Prabowo, Survei Ungkap Warga Makin Resah

Kasus ini akhirnya terungkap. Polisi menangkap keempat pelaku di lokasi berbeda. Anisa dan Selamat ditangkap di Aceh Tengah. Lisbet dan Erwandi diamankan di Binjai, Sumatera Utara.

Dua pelaku laki-laki dilumpuhkan dengan tembakan karena melawan saat ditangkap.

Kepada polisi, Anisa Florensia mengaku memiliki dendam. Ia merasa tersinggung dengan ucapan keluarga mertuanya saat tinggal bersama pada 2022 hingga 2023.

Dendam itu bercampur dengan pengaruh narkoba. Kombinasi ini mendorongnya merencanakan kejahatan terhadap keluarga sendiri.

Kasus ini menunjukkan perubahan hidup yang drastis. Dari kehidupan mapan menuju lingkaran kriminal dalam waktu singkat. Semua berawal dari pilihan lingkungan dan keputusan yang salah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER