Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan dari Sekolah Gara-Gara Orang Tua Kritik MBG, Fakta Terungkap

Deadline – Isu MBG Pemalang mendadak ramai. Seorang siswa SDN 01 Banjaranyar, Kabupaten Pemalang, disebut dikeluarkan dari sekolah setelah orang tuanya mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kabar siswa SD itu langsung dibantah. Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah memastikan informasi tersebut tidak benar.

Koordinator Regional BGN Jateng, Reza Mahendra, menegaskan siswa tersebut masih berstatus aktif. Tidak ada tindakan pengeluaran dari sekolah.

“Informasi itu tidak benar. Siswa tersebut masih berstatus peserta didik,” ujar Reza pada Selasa, 5 Mei 2026.

Awal Masalah: Kritik Orang Tua Melebar Jadi Isu Sensitif

Masalah ini bermula dari kritik orang tua siswa. Kritik mencakup Lembar Kerja Siswa (LKS), infaq, dan program MBG.

Peristiwa awal terjadi pada 27 Januari 2026. Isu kemudian kembali mencuat pada pertengahan April 2026.

Situasi berubah ketika narasi di media sosial berkembang. Kritik yang awalnya biasa berubah menjadi tudingan serius bahwa siswa dikeluarkan secara sepihak.

Salah Paham Harga Menu MBG Jadi Pemicu

Akar masalah utama ada pada kesalahpahaman biaya menu MBG saat bulan puasa.

Orang tua mengira harga paket makanan mencapai Rp15 ribu. Faktanya berbeda. Harga resmi hanya Rp8 ribu untuk porsi kecil dan Rp10 ribu untuk porsi besar.

Sekolah sudah memberi penjelasan kepada wali murid. Edukasi ini dilakukan untuk meluruskan informasi anggaran program.

Baca Juga  Keracunan Menu MBG di Klaten: Ratusan Siswa Tumbang Usai Makan

Setelah Klarifikasi, Siswa Tidak Kembali ke Sekolah

Sekolah sempat memanggil orang tua siswa untuk klarifikasi. Pertemuan itu sudah dilakukan.

Namun setelahnya, siswa tidak kembali bersekolah. Situasi ini memperkeruh keadaan.

Isu baru muncul di media sosial. Tuduhan perundungan ikut menyeret kasus ini.

Pihak sekolah menyatakan sudah mencoba membujuk siswa agar kembali. Upaya itu tidak berhasil.

Masuk Ranah Hukum, Fokus pada Dugaan Perundungan

Kasus ini akhirnya masuk jalur hukum. Mediasi melalui dinas pendidikan tidak mencapai kesepakatan.

Sekolah telah menjalani pemeriksaan di Polres Pemalang sebanyak enam kali.

Pemeriksaan ini tidak terkait kritik MBG. Fokus utama adalah dugaan perundungan.

Pada 2 Mei 2026, sekolah kembali menjalani Berita Acara Pemeriksaan. Dua hari kemudian, 4 Mei 2026, dilakukan pertemuan lanjutan dengan kuasa hukum.

Program MBG Tetap Jalan, Ribuan Siswa Terlayani

Di tengah polemik, program MBG tetap berjalan.

SPPG Pemalang Randudongkal 2 melakukan evaluasi. Fokusnya pada peningkatan kualitas menu makanan.

Unit layanan ini sudah beroperasi sejak 1 September 2025. Saat ini melayani 3.608 penerima manfaat.

Kepala sekolah SDN 01 Banjaranyar, Sri Umbartiningsih, menyebut siswa justru antusias.

“Siswa sering menunggu pembagian MBG,” ujarnya.

Beberapa siswa bahkan ingin memakan jatah temannya yang tidak hadir.

  • Isu siswa dikeluarkan karena kritik MBG tidak terbukti.
  • Masalah dipicu kesalahpahaman biaya dan berkembang di media sosial.
  • Kasus hukum yang berjalan terkait dugaan perundungan, bukan kritik program.
Baca Juga  Program MBG Pangkas Anggaran Desa: Warga Labbo Teriak Pembangunan Mandek

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER