Deadline – Panglima TNI Agus Subiyanto melantik sejumlah perwira tinggi di lingkungan Mabes TNI dalam upacara yang digelar di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis 21 Mei 2026. Salah satu posisi yang menjadi perhatian publik adalah pengangkatan Brigjen TNI Muhammad Nas sebagai Kepala Pusat Penerangan atau Kapuspen TNI yang baru.
Muhammad Nas menggantikan Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah yang kini menempati jabatan baru di lingkungan TNI. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Aulia dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI.
Sementara itu, posisi Kepala BAIS TNI kini resmi dijabat Letjen Robi Herbawan yang sebelumnya telah dilantik lebih dahulu. Pangkat Robi juga telah naik menjadi jenderal bintang tiga.
Dalam keterangan tertulis Mabes TNI pada Jumat 22 Mei 2026 disebutkan bahwa serah terima jabatan Kapuspen TNI dilakukan dari Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah kepada Brigjen TNI Muhammad Nas.
Selain pergantian Kapuspen, Mabes TNI juga melantik sejumlah pejabat lain. Jabatan Kepala Pusat Kerjasama Internasional TNI kini diisi Kolonel Inf. Perry Sandhi Sitompul. Posisi Kepala Pusat Pengendalian Operasi TNI dijabat Kolonel Inf Lukman Hakim. Sedangkan Kepala Pusat Informasi dan Pengolahan Data kini dipercayakan kepada Brigjen TNI Heldi Wira.
Proses pelantikan tersebut dilakukan secara tertutup di Mabes TNI.
Mabes TNI menjelaskan bahwa mutasi dan serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan personel di tubuh TNI. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.
Menurut Mabes TNI, regenerasi kepemimpinan dibutuhkan agar setiap satuan mampu beradaptasi dengan dinamika tugas dan tantangan strategis yang terus berkembang.
Sosok Brigjen Muhammad Nas sendiri bukan nama baru di lingkungan militer. Ia lahir di Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, pada 8 Juni 1975 dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1998.
Karier Muhammad Nas terbilang panjang. Ia pernah menjabat Dandim 0824/Jember pada 2016 dan Dandim Aceh Besar pada 2021. Nas juga pernah menduduki posisi Asintel Kasdam II/Sriwijaya hingga Perwira Pembantu Utama A-2 Direktorat A di BAIS TNI.
Pada Maret 2025, Nas dipercaya menjadi Asisten Intelijen Kepala Staf Kostrad sebelum akhirnya kini menjabat Kapuspen TNI.
Nama Muhammad Nas sempat menjadi perhatian publik saat turun langsung menghadapi aksi demonstrasi besar pada Agustus 2025. Saat itu ribuan pengemudi ojek daring menggelar aksi setelah seorang rekan mereka bernama Affan tewas dilindas mobil rantis Brimob.
Dalam situasi yang memanas, Muhammad Nas tampil menenangkan massa dan berdialog langsung dengan para demonstran. Massa menuntut transparansi penegakan hukum terhadap anggota kepolisian yang diduga terlibat serta meminta pembebasan warga dan pelajar yang ditahan saat aksi.
Di hadapan demonstran, Nas menyampaikan komitmennya untuk meneruskan aspirasi massa sesuai aturan yang berlaku.
Setelah proses mediasi berjalan, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Momen itu berubah haru ketika salah satu pengemudi ojek online menyampaikan terima kasih kepada Muhammad Nas karena dianggap berhasil meredam situasi dan mencegah jatuhnya korban tambahan.



