Deadline – Ribuan dapur MBG di wilayah 3T menghadapi ketidakpastian kelanjutan program setelah para investor mengadukan nasib proyek yang telah mereka bangun kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Kondisi ini mendorong BGN untuk meminta masukan dan solusi dari DPR bersama pihak terkait.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T atau Tertinggal, Terdepan, dan Terluar tidak dihentikan oleh lembaganya.
Menurut Nanik, persoalan yang saat ini muncul bukan terkait penghentian dapur, melainkan ketidakjelasan mengenai kelanjutan program yang melibatkan investor yang telah mengeluarkan dana untuk membangun fasilitas tersebut.
Dapur MBG 3T menjadi perhatian setelah sejumlah investor menyampaikan keluhan langsung kepada BGN. Mereka mengaku telah membangun dapur sesuai rencana, namun belum mendapatkan kepastian mengenai kelanjutan program yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut.
Nanik menjelaskan bahwa dirinya baru menjabat pada September 2025 sehingga tidak terlibat dalam proses pengambilan kebijakan sebelumnya. Karena itu, ia tidak dapat menjelaskan secara rinci latar belakang kebijakan yang telah berjalan sebelum dirinya memimpin lembaga tersebut.
Untuk menindaklanjuti keluhan investor, Nanik bersama dua wakil kepala BGN telah menerima perwakilan investor dan mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Hasil pertemuan tersebut akan menjadi bahan konsultasi dengan DPR serta pihak terkait guna mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.
BGN dan DPR dinilai perlu segera menemukan jalan keluar karena jumlah dapur yang telah dibangun tidak sedikit. Berdasarkan data yang disampaikan Nanik, sedikitnya 1.200 bangunan dapur telah selesai dibangun oleh investor.
Selain itu, masih terdapat ribuan dapur lainnya yang saat ini berada dalam berbagai tahapan pembangunan. Besarnya jumlah proyek yang sudah berjalan membuat ketidakpastian program berpotensi berdampak pada investasi yang telah dikeluarkan.
Meski menghadapi desakan untuk menjelaskan kebijakan sebelumnya, Nanik memilih tidak memberikan komentar lebih jauh. Ia menegaskan fokus BGN saat ini adalah mencari solusi atas persoalan yang dihadapi para investor, bukan membahas keputusan yang telah diambil pada masa lalu.
Dengan adanya konsultasi kepada DPR, BGN berharap dapat menemukan langkah yang tepat agar keberlanjutan program dapur MBG di wilayah 3T memperoleh kepastian dan investasi yang telah terlanjur dibangun tidak menjadi sia-sia.



