Deadline – Strategi Prabowo kembali menjadi sorotan. Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh kritis dan figur vokal nasional. Pertemuan berlangsung hingga 4,5 jam pada akhir Januari 2026. Langkah ini menyusul agenda sebelumnya saat Prabowo bertemu 1.200 guru besar dan pejabat kampus.
Strategi Prabowo dinilai tidak lazim. Tokoh yang hadir dikenal sering menyuarakan kritik keras terhadap negara dan pemerintah. Mereka antara lain Siti Zuhro, Susno Duadji, Abraham Samad, dan Muhammad Said Didu. Nama-nama ini kerap diasosiasikan dengan kelompok oposan.
Pertemuan Prabowo ini terlihat jelas dari komposisi peserta. Siti Zuhro berdiskusi soal kepemiluan. Susno Duadji membahas penegakan hukum. Abraham Samad menyoroti isu pemberantasan korupsi. Muhammad Said Didu mengangkat tata kelola BUMN dan sumber daya alam.
Strategi Prabowo didampingi lingkaran inti pemerintah. Hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Prasetyo Hadi, serta Menteri Luar Negeri Sugiono. Kehadiran pejabat kunci menegaskan pertemuan ini bersifat strategis, bukan sekadar silaturahmi.
Pertemuan Prabowo ini menyentuh isu sensitif negara. Dalam diskusi, terungkap praktik yang merugikan keuangan negara. Pembahasan meliputi eksploitasi sumber daya alam, kebocoran anggaran, dan swasta yang menghindari regulasi demi kepentingan pribadi.
Strategi Prabowo diakui Sjafrie Sjamsoeddin sebagai upaya terbuka. Presiden mengakui potensi keterlibatan oknum pemerintah dalam kerugian negara. Karena itu, Prabowo mengajak tokoh kritis terlibat langsung dalam pembenahan tata kelola.
Strategi Prabowo sejalan dengan pesan yang disampaikan kepada akademisi sebelumnya. Prabowo menilai persoalan negara tidak bisa diselesaikan hanya dari laporan internal. Masukan eksternal dibutuhkan untuk menguji kebijakan dan kinerja aparat.
Strategi Prabowo juga tampak dalam forum keagamaan. Pada Sabtu, 7 Februari 2026, Prabowo menyampaikan taklimat di Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030 di Masjid Istiqlal. Pemerintah menyiapkan lahan sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI untuk gedung MUI dan lembaga Islam.
Pertemuan Prabowo dengan beberapa tokoh kritis ini memberi sinyal politik yang jelas. Presiden ingin membangun relasi dialogis dengan kelompok kritis. Kritik tidak diposisikan sebagai ancaman, tetapi sebagai sumber umpan balik kebijakan.
Strategi Prabowo menegaskan pendekatan kolaboratif. Prabowo memilih stabilitas nasional melalui dialog langsung. Pendekatan ini relevan di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika geopolitik yang tidak stabil.
Strategi Prabowo juga mengoreksi persepsi publik. Selama ini Prabowo dikenal tegas dan dominan. Pertemuan ini menunjukkan keterbukaan terhadap kritik, termasuk pada isu korupsi, reformasi hukum, dan reformasi Polri.
Strategi Prabowo menjadi ujian lanjutan pemerintahan. Pertemuan dinilai bermakna jika diikuti perubahan kebijakan nyata. Reformasi hukum dan penanganan korupsi menjadi indikator utama.
Pertemuan Prabowo ini berisiko kehilangan makna jika berhenti di ruang diskusi. Tanpa tindak lanjut, publik bisa menilai langkah ini sebagai rekonsiliasi simbolik. Dampak terhadap mekanisme check and balances akan menjadi penentu.
Strategi Prabowo kini berada di titik krusial. Dialog sudah dibuka. Publik menunggu hasil konkret dalam kebijakan dan penegakan hukum.



