Deadline – Keracunan MBG kembali terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sebanyak puluhan siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu yang dibagikan di sekolah.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Kecamatan Waru, Rabu (11/2). Para siswa mengeluhkan sakit perut, muntah-muntah, hingga sesak napas tak lama setelah mengonsumsi menu MBG yang salah satunya berupa puding.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 25 peserta didik harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Waru. Petugas kesehatan langsung melakukan pemeriksaan dan penanganan intensif untuk memastikan kondisi para siswa stabil.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, kejadian yang menyangkut keselamatan anak-anak harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.
“Pemerintah kabupaten akan segera melakukan evaluasi dengan mengundang pihak-pihak terkait,” ujar Abdul Waris Muin, Rabu (11/2).
Meski seluruh siswa telah tertangani dengan baik oleh tenaga medis, Abdul Waris menilai evaluasi menyeluruh tetap diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Hingga saat ini, penyebab pasti keracunan MBG tersebut belum dapat dipastikan. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi siswa.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Waru Yayasan Bakti Benuo Taka, Mohammad Andi Rizky, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium resmi.
“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab dari gejala yang dialami peserta didik,” jelasnya.
Ia menambahkan, petugas pemantau kesehatan dan lingkungan telah melakukan identifikasi kejadian serta mengamankan sisa sampel makanan untuk diserahkan kepada pihak terkait guna pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Andi Rizky, seluruh proses pengadaan bahan baku hingga produksi MBG sebelumnya telah melalui pemeriksaan internal. Namun, pasca kejadian ini, pengawasan akan diperketat sembari menunggu hasil resmi laboratorium.
Kasus keracunan MBG di PPU ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pelaksana program agar standar keamanan pangan benar-benar dijalankan secara ketat demi melindungi kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat.



