Deadline – Skandal perselingkuhan di Kabupaten Karo terbongkar setelah rekaman CCTV hotel di Berastagi menunjukkan fakta yang berbeda dari pengakuan seorang istri kepada suaminya.
Kasus ini bermula dari kecurigaan Kores Astomchi Tarigan (28) terhadap istrinya, YT. Ia melihat perubahan sikap dan menemukan keterangan yang tidak konsisten soal keberadaan sang istri.
Kores kemudian melakukan pengecekan mandiri. Ia mengirim dan melacak lokasi GPS dari ponsel YT. Hasilnya, lokasi ponsel terdeteksi di kawasan Berastagi, bukan di Kota Medan seperti yang diakui YT.
Kecurigaan makin kuat ketika YT tetap bersikeras mengaku berada di Medan, bahkan saat dihubungi langsung. Ia juga sempat menolak menjelaskan dengan alasan itu bukan urusan suaminya.
Tidak puas dengan jawaban tersebut, Kores mengambil langkah lanjutan. Ia mendatangi salah satu hotel di Berastagi untuk memastikan kebenaran.
Fakta terungkap dari CCTV hotel. Dalam rekaman terlihat seorang pria berinisial MY turun dari mobil lebih dulu, lalu disusul YT. Keduanya terekam keluar masuk hotel bersama.
Dugaan hubungan gelap pun mengarah ke MY, yang disebut sebagai rekan kerja YT.
Menurut keterangan Kores, hubungan tersebut diduga sudah berlangsung sejak 2025. Ia juga mengaku mendapat informasi bahwa keduanya telah beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri. Informasi ini berasal dari pengakuan YT kepada salah satu teman Kores.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi. Pada Senin, 20 April 2026, Kores mendatangi SPKT Polda Sumatera Utara untuk melaporkan dugaan perselingkuhan dan perzinaan tersebut.
Laporan resmi tercatat dengan nomor LP/B/613/IV/2026/SPKT/Polda Sumatera Utara.
“Saya melaporkan dugaan perselingkuhan antara istri saya dengan rekan kerjanya,” ujar Kores pada Selasa, 21 April 2026.
Ia menegaskan bahwa peristiwa yang menguatkan dugaan terjadi pada 10 April 2026, saat lokasi GPS menunjukkan keberadaan istrinya di hotel di Berastagi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Ferry Walintukan, membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima.
“Laporan sudah masuk dan akan kita dalami sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Kasus ini kini dalam proses penyelidikan. Polisi akan mendalami bukti, termasuk rekaman CCTV dan keterangan para pihak terkait.



