Tragedi Tambang Ilegal Stilfontein: 93 Orang Tewas, Ratusan Penambang Terjebak di Perut Bumi

Ratusan Penambang Terjebak di Kedalaman 1.500 Meter

Deadline – Tragedi tambang Stilfontein di Afrika Selatan menjadi salah satu bencana kemanusiaan paling mengejutkan dalam dunia pertambangan modern. Ratusan penambang ilegal yang dikenal sebagai zama zamas terperangkap di kedalaman hingga 1.500 meter di bawah tanah, tanpa makanan, air, dan bantuan selama berbulan-bulan.

Kisah mengerikan ini bermula pada September 2024, ketika Ayanda Ndabeni, seorang penambang berusia 36 tahun, diturunkan dengan tali ke Shaft 10 di tambang emas Buffelsfontein. Awalnya, aktivitas di tambang berjalan normal. Makanan, air, dan baterai lampu masih dikirim melalui sistem katrol dari permukaan.

Namun situasi berubah drastis ketika pasokan tiba-tiba berhenti. Tali pengangkut tidak lagi bergerak. Teriakan dari pekerja di atas yang biasanya menandakan pengiriman barang pun menghilang. Tak lama kemudian, batu-batu besar jatuh ke dalam lubang tambang, memberi sinyal bahwa sesuatu yang serius terjadi di permukaan.

Di bawah tanah yang panas dan lembap, para penambang mulai panik. Mereka tidak tahu bahwa operasi besar pemerintah sedang berlangsung di atas.

Operasi Pemerintah “Vala Umgodi” Memutus Akses Tambang

Pemerintah Afrika Selatan menjalankan operasi besar bernama Operation Vala Umgodi, yang berarti “tutup lubang”. Operasi ini dimulai pada Desember 2023 untuk memberantas penambangan emas ilegal yang diperkirakan merugikan negara hingga 3 miliar dolar AS setiap tahun.

Operasi ini melibatkan polisi, militer, dan berbagai lembaga keamanan. Taktiknya termasuk:

  • Menutup akses tambang
  • Menghentikan pasokan makanan dan logistik
  • Menyita kendaraan serta peralatan tambang
  • Menangkap penambang ilegal

Hingga September 2024, sekitar 14.000 orang telah ditangkap dalam operasi nasional tersebut.

Namun di Stilfontein, strategi ini justru menciptakan tragedi besar. Banyak penambang yang memilih tetap bersembunyi di bawah tanah karena takut ditangkap ketika naik ke permukaan.

Baca  Rudal Korea Utara Ditembakkan Saat Latihan Militer AS–Korea Selatan, Picu Ketegangan di Asia Timur

Akibatnya, ratusan orang terjebak tanpa jalur keluar.

Tambang Emas yang Pernah Menguasai Dunia

Tambang Buffelsfontein berada di wilayah Stilfontein, sekitar 150 km dari Johannesburg. Daerah ini pernah menjadi pusat kejayaan industri emas Afrika Selatan.

Sejak emas pertama ditemukan pada 1886, negara ini menjadi produsen emas terbesar di dunia. Pada tahun 1970, Afrika Selatan menghasilkan 70 persen emas dunia dari tambang terdalam di planet ini.

Namun pada awal 2000-an, cadangan emas mulai menipis dan biaya penambangan semakin tinggi. Banyak tambang akhirnya ditutup.

Penutupan tersebut meninggalkan ribuan terowongan dan lubang tambang terbengkalai. Tempat inilah yang kemudian menjadi sasaran para penambang ilegal.

Diperkirakan ada sekitar 30.000 penambang ilegal yang bekerja di lebih dari 6.000 tambang terbengkalai di seluruh Afrika Selatan.

Hidup di Bawah Tanah Berbulan-bulan

Para penambang ilegal menjalani kehidupan unik di bawah tanah. Mereka bisa tinggal di dalam tambang selama minggu hingga berbulan-bulan.

Di dalam terowongan bahkan terdapat:

  • toko kecil untuk membeli makanan
  • tempat pengolahan batu emas
  • generator diesel
  • hingga tempat minum seperti bar kecil

Namun semua itu runtuh ketika pasokan berhenti.

Pada Oktober 2024, makanan di dalam tambang habis. Para penambang terpaksa berbagi satu paket bubur untuk enam orang. Beberapa mulai memakan kecoa yang dipanggang di atas api.

Air yang mereka minum berasal dari genangan air tambang yang tercemar bahan kimia.

Tak lama kemudian, orang mulai jatuh sakit.

Lalu kematian pertama terjadi.

Pendakian Maut Keluar dari Tambang

Sebagian penambang mencoba melarikan diri dengan cara paling berbahaya: memanjat struktur baja tua di dalam lubang tambang.

Baca  Hizbullah Gempur Tank Israel, Pasukan Zionis Berjatuhan di Lebanon Selatan

Salah satunya adalah Mandla Charles. Ia memanjat selama tiga hari melalui rangka baja yang berkarat.

Beberapa penambang jatuh ke dasar tambang saat mencoba hal yang sama. Mandla memperkirakan hanya setengah dari kelompoknya yang selamat.

Ia bertahan hidup dengan cara ekstrem, termasuk memakan pasta gigi untuk mendapatkan energi.

Pada malam 19 Oktober 2024, Mandla akhirnya berhasil keluar. Ia menemukan kendaraan lapis baja polisi di dekat lubang tambang, namun petugas sedang tertidur. Ia pun melarikan diri menuju rumahnya.

Kisah Paling Mengerikan: Kanibalisme di Dalam Tambang

Saat kelaparan semakin parah pada Desember 2024, kondisi di bawah tanah berubah menjadi mimpi buruk.

Patrick Ntsokolo, salah satu penambang, menemukan sekelompok pria sedang memasak daging di atas api. Awalnya ia mengira itu daging babi.

Namun kemudian diketahui bahwa daging tersebut berasal dari tubuh penambang yang telah meninggal.

Para pelaku mengaku mereka tidak membunuh siapa pun. Mereka hanya memakan tubuh korban yang jatuh saat mencoba melarikan diri.

Kejadian ini menunjukkan tingkat keputusasaan ekstrem yang dialami para penambang.

Pernyataan Kontroversial Pemerintah

Ketegangan semakin memuncak ketika pejabat pemerintah Afrika Selatan menyatakan bahwa negara tidak akan membantu penambang ilegal.

Seorang menteri bahkan menyatakan strategi pemerintah adalah “smoke them out”, yang secara harfiah berarti memaksa mereka keluar dengan menutup semua akses logistik.

Pernyataan ini memicu kemarahan keluarga penambang. Banyak yang menilai pemerintah sengaja membiarkan para pekerja itu kelaparan di bawah tanah.

Operasi Penyelamatan Terlambat

Setelah tekanan dari komunitas dan organisasi hak asasi manusia, pengadilan akhirnya memerintahkan operasi penyelamatan pada Januari 2025.

Baca  Israel Hancur Dibombardir Rudal Iran, Netanyahu Murka dan Ancam Kejar IRGC

Tim penyelamat menurunkan sangkar khusus ke dalam tambang.

Dalam tiga hari operasi:

  • 246 penambang berhasil diselamatkan hidup-hidup
  • 86 jenazah diangkat dari dalam tambang
  • total korban meninggal mencapai 93 orang

Banyak keluarga masih belum mengetahui nasib anggota keluarga mereka yang hilang.

Investigasi Hak Asasi Manusia

Komisi Hak Asasi Manusia Afrika Selatan kemudian menyelidiki tragedi ini. Dalam laporan awal tahun 2025, mereka menyimpulkan bahwa:

menghentikan akses makanan, air, dan obat-obatan kepada penambang melanggar hak asasi manusia.

Penyelidikan lanjutan masih berlangsung dan hasil akhirnya dijadwalkan diumumkan pada Mei 2026.

Kota Tambang Kini Nyaris Mati

Saat ini, kota tambang Khuma dan Stilfontein berada dalam kondisi ekonomi yang buruk.

Tambang telah ditutup dan uang hampir tidak beredar di masyarakat. Banyak warga menganggur dan bergantung pada bantuan sosial.

Sebagian keluarga korban masih menunggu kejelasan nasib orang yang mereka cintai.

Zinzi Tom, yang kehilangan saudara laki-lakinya di tambang tersebut, mengatakan tragedi itu sebenarnya bisa dicegah.

“Kami bisa menyelamatkan banyak orang. Tapi mereka hanya menyebut mereka penjahat,” katanya dengan penuh kesedihan.

Masa Depan Penambangan Ilegal

Meski tragedi besar telah terjadi, penambangan ilegal diperkirakan tidak akan berhenti.

Bagi banyak orang miskin di wilayah bekas tambang, pekerjaan ini adalah satu-satunya cara bertahan hidup.

Sebagaimana diakui oleh Mandla Charles, salah satu penambang yang selamat:

“Zama zama tidak akan pernah berakhir. Kami akan kembali ke sana.”

Tragedi Stilfontein kini menjadi pengingat pahit tentang bahaya tambang ilegal, kemiskinan ekstrem, dan kebijakan pemerintah yang kontroversial dalam menghadapi krisis sosial.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER