Veda Ega Pratama Bidik Kebangkitan di Moto3 Spanyol 2026, Modal Kecepatan Jadi Senjata

Deadline – Veda Ega Pratama datang ke Moto3 Spanyol 2026 dengan satu fokus: kembali ke barisan depan. Pembalap muda Indonesia itu membawa ambisi besar yang didukung data performa kuat sejak awal musim.

Moto3 Spanyol 2026 menjadi momen penting bagi Veda Ega Pratama untuk bangkit. Balapan digelar di Sirkuit Jerez pada 24-26 April 2026. Seri ini jadi ajang pembuktian setelah hasil pahit di Amerika.

Veda Ega Pratama gagal finis di Circuit of The Americas, Austin. Ia terjatuh saat berada di posisi keenam. Padahal, kecepatannya cukup untuk bersaing di grup depan.

Jeda tiga pekan dimanfaatkan maksimal. Veda fokus pemulihan fisik dan meningkatkan kesiapan mental. Ia juga memperbanyak latihan untuk menjaga ritme balap.

“Saya sangat senang bisa kembali balapan setelah tiga minggu ini,” kata Veda. Ia menilai jeda ini memberi waktu untuk menyegarkan diri dan mempersiapkan paruh musim berikutnya.

Veda Ega Pratama tidak ingin larut dalam kegagalan di Austin. Ia memilih fokus ke target baru di Jerez. Ia yakin peluang kembali terbuka lebar.

Performa Veda memang tidak bisa diremehkan. Pada tiga seri awal Moto3 2026, ia selalu menunjukkan kecepatan kompetitif.

Di GP Thailand, Veda finis kelima. Hasil itu meningkat di GP Brasil dengan raihan podium ketiga. Konsistensi ini jadi dasar kepercayaan dirinya.

Baca  Jonatan Christie Bungkam Jepang, Tembus Perempat Final Kejuaraan Asia 2026

Di Amerika, meski gagal finis, catatan waktunya tetap impresif. Veda mencatat lap terbaik 2 menit 13,844 detik. Waktu itu bahkan melampaui rekor lap Moto3 sebelumnya di COTA yaitu 2 menit 13,939 detik.

Data tersebut menunjukkan satu hal jelas. Veda punya kecepatan untuk bersaing di depan. Tantangan utamanya kini adalah konsistensi hingga garis finis.

“Saya tahu kami memiliki kecepatan yang baik. Targetnya sekarang lebih konsisten dan menyelesaikan balapan dengan baik,” ujarnya.

Jerez memberi keuntungan tambahan. Veda sudah mengenal karakter lintasan sepanjang 4,4 km itu. Musim lalu, ia finis ketiga pada Race 1 Red Bull Rookies Cup 2025 di sirkuit yang sama.

Sirkuit Jerez dikenal teknis. Setiap tikungan menuntut presisi tinggi. Kesalahan kecil bisa berdampak besar pada posisi akhir.

“Jerez adalah sirkuit yang saya kenal dan saya suka. Penting untuk memulai dengan kuat sejak sesi pertama,” kata Veda.

Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri secara bertahap. Kerja sama dengan tim juga menjadi kunci utama.

Targetnya jelas. Veda Ega Pratama ingin kembali bertarung di grup depan. Ia ingin menutup akhir pekan dengan hasil maksimal.

“Saya merasa termotivasi dan siap memberikan yang terbaik,” ucap pembalap 17 tahun itu.

Moto3 Spanyol 2026 akan jadi ujian penting. Kecepatan sudah ada. Kini saatnya Veda membuktikan konsistensi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER