YLBHI Desak Polisi Buktikan Penyusup Demo May Day 2026

Deadline – Isu penyusup dalam demo May Day 2026 memicu perdebatan. YLBHI menantang aparat untuk membuka bukti. Tuduhan dinilai tidak boleh dilontarkan tanpa dasar jelas.

Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, menyatakan polisi harus menjelaskan siapa yang dimaksud penyusup. Ia menyampaikan hal itu saat berada di tengah aksi buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, Jumat, 1 Mei 2026.

Isnur menilai tudingan tanpa bukti berisiko menimbulkan stigma. Ia menyinggung label kelompok tertentu yang kerap disebut sebagai pemicu kerusuhan. Menurutnya, tuduhan seperti itu harus diuji kebenarannya.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya menyebut ada indikasi ancaman. Wakil Kapolda, Dekananto Eko Purwono, mengatakan informasi tersebut berasal dari intelijen. Ia menyebut ada kelompok terorganisir yang diperkirakan memicu kerusuhan dalam aksi buruh.

Pernyataan itu diikuti instruksi ke personel di lapangan. Aparat diminta mengantisipasi sejak awal. Kelompok yang dicurigai diminta dicegah sebelum mencapai titik aksi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menegaskan pihaknya sudah mengidentifikasi massa yang berpotensi rusuh. Polisi menyatakan siap mengambil tindakan pengamanan terhadap pihak yang dianggap melanggar hukum.

Pengamanan juga melibatkan unsur militer. Asops Kasdam Jaya, M. Iswan Nusi, menyebut pembentukan satuan tugas intelijen untuk mendukung pengamanan. Langkah ini dilakukan sejak sebelum hari aksi.

Perbedaan pernyataan antara YLBHI dan aparat menunjukkan dua pendekatan. YLBHI menuntut transparansi dan bukti. Aparat menekankan pencegahan berbasis intelijen.

Baca Juga  Polemik Pengadaan Motor Listrik MBG Rp1,2 Triliun: Jejak Perusahaan dan Harga Jadi Sorotan Publik

Situasi ini menempatkan isu penyusup sebagai titik krusial dalam pengamanan aksi buruh. Publik menunggu kejelasan, apakah dugaan tersebut bisa dibuktikan atau tidak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER

Â