Deadline – Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi. Seorang remaja putri berinisial T (15) menjadi korban penganiayaan berat di Tambak Mulyo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 18.30 WIB. Remaja putri ini diduga dibakar hidup-hidup oleh pamannya sendiri berinisial S (32) di depan rumahnya.
Duduk Santai Berujung Teror
Saat kejadian, korban sedang duduk santai di depan rumah. Situasi berubah cepat ketika pelaku datang dan menyuruh korban untuk mandi.
Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah. Ia mengambil cairan dari botol plastik yang diduga berisi bensin. Tanpa banyak bicara, cairan itu langsung disiramkan ke tubuh korban.
Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso, menjelaskan bahwa aksi pelaku tidak berhenti di situ. Pelaku langsung menyulut api menggunakan korek.
“Cairan disiramkan ke tubuh korban, lalu dibakar,” ujar Heri saat dikonfirmasi, Selasa (21/4).
Korban Terbakar dan Berteriak Minta Tolong
Api langsung menyambar tubuh korban. Dalam kondisi panik, korban berteriak keras meminta bantuan warga sekitar.
Warga yang mendengar teriakan segera datang dan berusaha memadamkan api. Setelah api berhasil dipadamkan, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
Korban dirawat di Rumah Sakit Panti Wilasa, Kota Semarang.
Luka Bakar di Beberapa Bagian Tubuh
Korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh. Luka ditemukan di punggung samping, area pantat, serta lengan tangan.
Meski mengalami luka serius, kondisi korban tidak terlalu parah. Korban bahkan sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah mendapatkan perawatan.
“Luka bakarnya tidak terlalu parah,” kata Heri.
Pelaku Kabur, Polisi Lakukan Pengejaran
Setelah melakukan aksi brutal, pelaku langsung melarikan diri. Hingga kini, polisi masih memburu keberadaan pelaku.
Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi.
“Kami langsung bergerak setelah menerima informasi. Saat ini pelaku masih dalam pencarian,” ujar Heri.
Keterangan Keluarga Masih Minim
Proses penyelidikan menghadapi kendala. Ibu korban yang merupakan kakak kandung pelaku belum memberikan keterangan secara terbuka kepada polisi.
Meski begitu, polisi memastikan penyelidikan tetap berjalan.
“Kami tetap lanjutkan prosesnya,” tegas Heri.



